Berbahasa Inggris, Susi: Jangan Ragukan Nasionalisme Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat berada di Ruang Sidang Kabinet, Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 30 Maret 2015. Sidang membahas kenaikan harga bahan pokok, Polhukam, dan agenda kunjungan kerja Presiden Jokowi selama di luar negeri. TEMPO/Subekti

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat berada di Ruang Sidang Kabinet, Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 30 Maret 2015. Sidang membahas kenaikan harga bahan pokok, Polhukam, dan agenda kunjungan kerja Presiden Jokowi selama di luar negeri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku lebih nyaman berbahasa Inggris ketimbang berbahasa Indonesia ketika berpidato ataupun sedang menghadiri acara resmi. Karenanya, Susi mengaku sangat senang jika diberikan kesempatan berpidato dalam bahasa Inggris.

    "Tapi jangan pernah ragukan nasionalisme saya," ujar Susi, ketika memberi kata sambutan di depan 30 pengusaha di hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu, 5 September 2015.

    Susi bercerita selama 30 tahun terakhir dia lebih sering menggunakan bahasa Inggris, Sunda, dan Jawa karena bisnis usaha yang dijalankan berada di luar Jakarta. "That's why I'm happy doing speech in English, in Bahasa you pick a wrong word, you got a wrong meaning," ujarnya yang disambut gelak tawa para hadirin.

    Dalam kesempatan itu, Susi juga membagi pengalamannya sebagai menteri. Susi bercerita sebelum menerima pinangan menjadi menteri, dia memberikan satu syarat ke Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

    Syaratnya adalah tak ada intervensi ihwal urusan pembenahan sistem perikanan dan kesejahteraan nelayan dalam negeri. Karena itu, Susi mengklaim mampu memberantas praktek illegal fishing, moratorium bisnis ikan tangkap bagi asing, dan memperbanyak stok ikan dalam negeri.

    Meskipun dalam menjalani tugas tersebut, tak jarang dia harus berbenturan dengan berbagai pihak yang memiliki kuasa dalam perpolitikan negara.

    ANDI RUSLI

    Baca juga:
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?
    Lebih Nyaman Berbahasa Inggris, Susi: Jangan Ragukan…Saya 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.