Diundang ke Wakatobi, Gubernur Jeju Ingin Menyelam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penyelam menikmatik terumbu karang bawah laut di salah satu spot Wakatobi Dive Trip, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. Di dasar laut Wakatobi ditemukan lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili, dan 93 jenis ikan laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang penyelam menikmatik terumbu karang bawah laut di salah satu spot Wakatobi Dive Trip, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. Di dasar laut Wakatobi ditemukan lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili, dan 93 jenis ikan laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Wakatobi -Gubernur Jeju, Korea Selatan, Won Hee- ryong terkagum-kagum dengan keindahan alam khususnya  laut Pulau Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

    Wakatobi, menurut Won Hee-ryong, selama ini terkenal dengan keindahan alam bawah laut dengan terumbu karang yang mengagumkan. Namun yang paling membuatnya senang adalah karena Wakatobi juga banyak memiliki lokasi yang asyik untuk menyelam.

    " Saya senang berada di sini. Saya akan mengajak teman- teman penyelam untuk datang ke sini. Saya butuh waktu dan baju selam pastinya untuk menyelam," ujarnya kepada Tempo, seusai memberikan pemaparan di hadapan para delegasi United Cities and Local Government (UCLG).

    Won Hee-ryong yang juga presiden UCLG datang ke Wakatobi untuk mengikuti pertemuan gubernur dan walikota serta delegasi negara-negara asia pasifik yang digelar di Wangi-wangi, Wakatobi, 5-7 September 2015. Selama tiga hari ke depan para delegasi UCLG akan mendiskusikan bidang tata kelola pemerintahan yang baik, urbanisasi berkelanjutan dan tercipatanya wahana kehidupan rendah emisi karbon.

    Selain mengungkapkan kekagumannya, Woon Hee-ryong juga menyampaikan harapannya terkait akses ke Wakatobi yang menurutnya harus di tingkatkan. Selama ini, kata dia, wisatawan yang ingin mengunjungi Wakatobi  harus singgah lebih dulu ke Bali.

    "Saya berharap ke depan akses ke tempat ini bisa lebih mudah. kalau ada penerbangan langsung dari luar negeri ke Wakatobi biayanya bisa lebih murah," ucapnya.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.