Pekanbaru Lumpuh, Penumpang Lari ke Bandara Minangkabau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (2/3). Otoritas Bandara Pekanbaru menyatakan asap sudah mengganggu 210 penerbangan selama Februari karena menurunkan jarak pandang, yang mengakibatkan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen. ANTARA/FB Anggoro

    Asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (2/3). Otoritas Bandara Pekanbaru menyatakan asap sudah mengganggu 210 penerbangan selama Februari karena menurunkan jarak pandang, yang mengakibatkan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Padang - Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, lumpuh akibat gangguan kabut asap. Sehingga, ratusan penumpang memilih berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    Fakhrurrodzi, salah seorang warga Pekanbaru, mengaku akan berangkat ke Jakarta dari Pekanbaru. Namun, karena jarak pandang di Bandara Sultan Syarif pendek, penerbangan dibatalkan.

    Ia terpaksa berangkat ke Jakarta melalui Bandara Minangkabau di Sumatera Barat. Sebab, ada kepentingan di Jakarta. "Dibatalkan. Makanya kita ke Padang aja, karena harus berangkat ke Jakarta juga," ujarnya, Sabtu, 5 September 2015.

    Menurutnya, Bandara Minangkabau masih normal. Jarak dari Pekanbaru ke Padang Pariaman pun dekat. Menempuh jarak sekitar 308 kilometer atau delapan hingga sembilan jam perjalanan.

    Distrik Sales Manager Citilink Padang Sugiarto mengatakan, ada penambahan penumpang akibat lumpuhnya bandara di Pekanbaru. Namun, belum signifikan. "Masih sedikit. Tapi ada," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 5 September 2015.

    Sugiarto mengaku, Citilink tidak siap menerima limpahan penumpang dari Pekanbaru dan Jambi. Sebab, arus penumpang di Bandara Minangkabau masih tinggi.

    Apalagi, kata Sugiarto, Citilink rute Padang-Jakarta hanya memiliki dua penerbangan. Dengan pesawat berkapasitas 180 orang penumpang.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang Budi Iman Samiaji mengatakan, hari ini jarak pandang di Bandara Minangkabau masih rendah. Berkisar antara 1.800 hingga 1.900 meter.

    Menuru Budi, potensi hujan di beberapa kawasan di Sumatera Barat juga tidak signifikan. Hanya gerimis atau hujan ringan di Padang Pariaman dan Bukittinggi. "Makanya, (kabut asap) masih berpotensi terjadi," ujarnya, Sabtu, 5 September 2015.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.