Jadi Kepala Bareskrim, Anang: Saya seperti Pulang Kampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar menyampaikan pandangannya ketika menjadi pembicara dalam diskusi yang mengangkat tema Indonesia Darurat Narkoba di Jakarta, 16 Mei 2015. Dalam diskusi itu Kepala BNN menyatakan sebanyak empat juta orang atau lebih dari 2 persen penduduk indonesia melakukan penyalahgunaan narkoba. ANTARA/Wahyu Putro

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar menyampaikan pandangannya ketika menjadi pembicara dalam diskusi yang mengangkat tema Indonesia Darurat Narkoba di Jakarta, 16 Mei 2015. Dalam diskusi itu Kepala BNN menyatakan sebanyak empat juta orang atau lebih dari 2 persen penduduk indonesia melakukan penyalahgunaan narkoba. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar merasa senang dapat bertugas kembali di Polri. Anang mengatakan selama 32 tahun menjadi polisi, dia beberapa keluar masuk di lingkungan Polri. "Saya senang, seperti pulang kampung," kata dia di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 September 2015.

    Meski berbeda gaya dalam memimpin Badan Reserse Kriminal, Anang optimistis dapat melanjutkan pekerjaan rumah Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso. Anang berjanji akan menyeimbangkan penegakan hukum dengan peningkatan kemampuan serta moralitas di internal Polri.

    Anang terpilih menjadi Kabareskrim menggantikan Waseso. Menurut Anang, kemungkinan serah terima jabatan dan pelantikan akan dilaksanakan pada Senin, 7 September 2015. "Kemungkinan kalau tidak Senin, ya Selasa," ujarnya.

    Budi Waseso dicopot dari jabatannya diduga ada intervensi dari sejumlah pihak. Buwas dinilai membuat gaduh dalam penegakan hukum, sehingga memperburuk kondisi perekonomian Indonesia. Pencopotan Waseso dilakukan beberapa hari setelah Bareskrim menggeledah kantor Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia Richard Joost Lino.

    Anang pun berjanji akan melanjutkan kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane di Pelindo II. Dia pun mengaku tak gentar bila ada intervensi sejumlah pihak saat menangani kasus. "Nanti kalau ada yang menelepon saya, saya akan beritahu kalian," katanya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.