Pembangunan Kampus Institut Teknologi Habibie di Parepare Belum Juga Terwujud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Parepare - Pembangunan gedung yang menjadi kampus Institut Teknologi Habibie (ITH) di kawasan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, hingga kini belum juga terwujud.

    Demikian pula pembangunan gedung rektorat di bekas Gedung Pemuda, juga belum dimulai, meski peletakan batu pertama telah dilakukan oleh BJ Habibie, sebagai penggagas ITH, pada 27 Agustus 2014 lalu.

    Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Andi Mappangara, menjelaskan salah satu kendala pembangunan gedung kampus ITH adalah belum adanya persetujuan penggunaan lahan dari Gubernur Sulawesi Selatan. “Hingga saat ini kami masih menunggu persetujuan gubernur,” katanya kepada Tempo, Jumat, 4 September 2015.

    Menurut Mustafa, Pemerintah Kota Parepare telah memutuskan penggunaan lahan di kawasan Lamoe itu sebagai lokasi kampus ITH. Saat ini sedang dirampungkan pembayaran ganti rugi lahan. Namun, karena luasnya lebih dari lima hektare, persetujuan penggunaannya harus dari gubernur. “Ketentuan dalam undang-undang memang demikian,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare itu.

    Mustafa mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penuh pembangunan kampus ITH. Dia optimistis persetujuan gubernur sudah bisa diperoleh Oktober mendatang, bersamaan dengan rampungnya proses pembayaran ganti rugi lahan.

    Mustafa juga menjelaskan, penerimaan mahasiswa yang dilakukan secara on-line dimulai tahun depan. Mereka akan berkuliah di dua fakultas dengan enam program studi. Sambil menunggu rampungnya pembangunan kampus di kawasan Lemoe, untuk sementara kegiatan perkuliahan akan diselenggarakan di bekas Kantor Badan Kepegawaian Daerah.

    Berdasarkan pantauan Tempo, tidak ada tanda-tanda di kawasan Lemoe akan dibangun kampus ITH. Lahan masih berupa kebun, yang antara lain ditanami kacang. Sedangkan bekas Gedung Pemuda yang akan dijadikan gedung rektorat ITH masih berupa puing-puing sejak gedung di Jalan Pemuda, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, itu terbakar pada 2012 lalu.

    Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare, Zahrial Djafar, optimistis rehabilitasi Gedung Pemuda rampung akhir 2014. Selain digunakan sebagai gedung rektorat, juga dijadikan tempat perkuliahan sementara sambil menunggu rampungnya pembangunan kampus ITH. “Pemerintah Kota telah menganggarkan Rp 2,7 miliar untuk perbaikan gedung itu," ucapnya.

    Zahrial mengatakan, bila rehabilitasi Gedung Pemuda belum rampung, akan dicarikan gedung lain agar kegiatan perkuliahan bisa dimulai awal 2015. Sikap optimistis Zahrial dikemukakannya karena pada Oktober 2014 tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan uji kelayakan pembangunan ITH sebagai persyaratan dikeluarkannya surat keputusan presiden bagi ITH.

    Zahrial saat itu berharap sebelum masa jabatan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono berakhir dan beralih kepada Presiden Joko Widodo, surat keputusan tentang operasional ITH sudah keluar.

    Anggota DPRD Kota Parepare, Taufan Armas, mengatakan keinginan Pemerintah Kota Parepare mewujudkan pembangunan kampus ITH hanya sebatas wacana. Perbaikan bekas Kantor Badan Kepegawaian daerah berlantai dua itu telah menghabiskan biaya Rp 800 juta, tapi hingga saat ini kegiatan perkuliahan belum terlaksana.

    Penerimaan mahasiswapun baru direncanakan mulai dilakukan awal 2016, yang semula sudah direncanakan awal 2015. “Sebaiknya Pemerintah Kota Parepare menyerahkan masalah pembangunan kampus ITH kepada pemerintah pusat,” tuturnya kepada Tempo, Jumat, 4 September 2015.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.