Kapal Tenggelam di Malaysia, 17 WNI Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jumlah warga negara Indonesia yang tewas dalam kecelakaan kapal di Selangor, Malaysia, mencapai 17 orang. Data itu didapatkannya hingga pukul 14.00 WIB, Jumat, 4 September 2015.

    "Jumlah WNI yang selamat 20 orang," ucap Retno di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 4 September 2015. Hingga saat ini, pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Malaysia.

    Saat ini, ujar dia, tim satuan tugas masih di lapangan untuk melakukan pencarian. "Kita juga sampaikan, apabila memang dibutuhkan, tim disaster victim identification siap dikirim."

    Kamis, 3 September 2015, pukul 03.00 waktu Malaysia, sebuah kapal yang mengangkut warga Indonesia tenggelam di kawasan Sabak Bernam, Selangor. ‎Kapal yang bermuatan maksimal 16 orang tersebut dilaporkan ditumpangi lebih dari 50 orang. Dalam kecelakaan itu, setidaknya 14 warga negara Indonesia dilaporkan tewas.

    Presiden Joko Widodo bahkan menginstruksikan agar para korban segera dievakuasi. ‎Menurut dia, koordinasi kementerian terkait dan pemerintah daerah diperlukan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

    Diakui Jokowi, masalah mobilitas penduduk lintas negara di perbatasan selama ini kurang mendapat perhatian. Selain kelengkapan dokumen yang kerap tidak diperhatikan, warga Indonesia juga tidak memperhatikan kelayakan moda transportasi.

    Untuk itu, tutur dia, investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan di wilayah perbatasan perlu ditingkatkan. Tujuannya, agar warga Indonesia di perbatasan bekerja di negeri sendiri. Dengan demikian, angka kecelakaan lalu lintas di perbatasan akan berkurang. ‎

    FAIZ NASHRILLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?