Anang Iskandar Jabat Kabareskrim, Begini Komentar Rambo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Anang Iskandar, usai memberikan sambutan dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Istana Negara, Jakarta, 26 Juni 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Anang Iskandar, usai memberikan sambutan dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Istana Negara, Jakarta, 26 Juni 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Mojokerto – Komisaris Jenderal Anang Iskandar tinggal menunggu dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Kepala Badan Narkotika Nasional itu ditunjuk menggantikan Komisaris Jenderal Budi Waseso. Waseso selanjutnya mengisi pos yang ditinggalkan Anang.

    “Semoga beliau bisa amanah dan bisa berkoordinasi dengan instansi yang lain, terutama sesama lembaga penegak hukum,” tutur Rambo kepada Tempo, Jumat, 4 Agustus 2015.

    Rambo di sini jelas bukan John Rambo, prajurit gagah berani dari Angkatan Darat Amerika Serikat yang dikirim ke medan pertempuran Vietnam dan Afganistan dalam misi membebaskan sandera. Rambo yang ini adalah Rambo Garudo, salah seorang putra Komisaris Jenderal Anang yang berprofesi sebagai dokter.

    Rambo tinggal bersama neneknya, Raunah, 86 tahun, di Jalan Empu Nala, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Mojokerto, Jawa Timur. Di rumah yang kini ditinggali Raunah dan Rambo itulah Anang, 57 tahun, lahir dan dibesarkan.

    Anang merupakan anak kedua dari enam bersaudara putra pasangan Suyitno-Raunah. Menurut Raunah, almarhum suaminya hanya seorang tukang cukur rambut di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. “Dulu bapak punya lapak kecil untuk cukur rambut. Setelah pulang sekolah, Anang biasa membantu bapak di sana,” kata Raunah.

    Raunah menuturkan awalnya cita-cita Anang bukan ingin menjadi polisi. “Dia dulu setelah lulus SMA ingin ke perguruan tinggi,” katanya. Anang merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas Taruna Nusa Harapan, Kota Mojokerto.

    Namun karena keterbatasan biaya, keinginan Anang kuliah pupus. “Zaman dulu biaya masuk perguruan tinggi Rp 300 ribu, tapi saya enggak bisa bayar,” katanya. Karena keterbatasan biaya, Anang akhirnya mengikuti tes masuk Akabri kepolisian. “Dia daftar Akabri dan diterima."

    Di mata Raunah, Anang merupakan anak yang berbakti, baik sejak masih berpangkat rendah hingga kini perwira tinggi berbintang tiga. Bila sedang bertugas ke Jawa Timur, Anang selalu menyempatkan menemui ibunya dan memberi uang. Mendengar kabar Anang bakal menjabat Kabareskrim, Raunah bersyukur. “Semoga selamat, sehat, kuat, dan tambah sukses,” ujarnya.

    Dari istri pertamanya, almarhumah Ike Yuni Candra Dewi, Anang dikaruniai tiga anak yakni Suryo Gading, Rambo Garudo, dan Tiara Ila Dewi. Sepeninggal istri pertamanya, Anang menikahi Budi Tri Yuliarto, perempuan asal Jawa Tengah, dan memiliki dua anak yakni Tajasa dan Alolita.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.