EKSKLUSIF: Budi Waseso Blak-Blakan Ihwal Intervensi JK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso (kiri), memberikan selamat kepada anggota polisi yang baru dinaikkan pangkatnya usai mengikuti Upacara korps kenaikan pangkat di Mabes Polri, Jakarta, 3 September 2015. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menaikkan pangkat Kapolda Papua Paulus Waterpauw. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso (kiri), memberikan selamat kepada anggota polisi yang baru dinaikkan pangkatnya usai mengikuti Upacara korps kenaikan pangkat di Mabes Polri, Jakarta, 3 September 2015. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menaikkan pangkat Kapolda Papua Paulus Waterpauw. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Jenderal Budi Waseso, yang baru saja melepas jabatan sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, membenarkan dia pernah ditelepon Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam sambungan telepon itu, Kalla meminta Budi Waseso tak memidanakan kebijakan badan usaha milik negara.

    Menanggapi permintaan Kalla, Budi meminta agar Wapres tak langsung mengambil kesimpulan. "Saya bilang, ini penegakan hukum, Pak. Baru proses awal," kata Budi saat ditemui di ruangannya, Jumat, 4 September 2015.

    Budi meminta Kalla membiarkan penyidikan kasus ini berjalan dan menyerahkan pengawasan kasus pada dirinya. "Saya akan awasi ini dan Bapak awasi saya," demikian Budi mengulang ucapannya pada JK.

    Saat berbicara dengan JK, Budi juga meminta agar tak buru-buru menyimpulkan karena yang dia lakukan justru akan menyelamatkan keuangan negara. "Masa dibiarkan dengan alasan BUMN, mana boleh?"

    Baca juga:

    Dibunuh di Kota Wisata: Karena Nurdin Kesal Nungki Main HP
    Pencopotan Waseso, Luhut: Prajurit Tak Boleh Ancam Atasan

    Bareskim saat ini sedang menelisik kasus korupsi yang terjadi di BUMN, salah satunya adalah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. Dalam kasus tersebut, Budi meyakini alat bukti yang dimiliki penyidik sudah cukup. Satu orang pejabat Pelindo bahkan sudah berstatus tersangka, yaitu Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II, FN.

    Berita Lain:
    Ribut Aurel Vs KD, Ashanty: Mas Anang Bilang Begini...

    Selanjutnya: Bareskrim....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.