Bandung Segera Miliki Transportasi Kereta Gantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta gantung di kota La Paz, Bolivia. REUTERS/ABI/Bolivian Presidency/Handout

    Kereta gantung di kota La Paz, Bolivia. REUTERS/ABI/Bolivian Presidency/Handout

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung berencana membangun cable car (kereta gantung) sepanjang 42 kilometer. Namun sebelum pembangunan alat transportasi tersebut, akan dibuat prototipe (purwarupa) sepanjang 800 meter yang akan dikerjakan PT Aditya Dharmaputra Persada.

    "Pekan depan akan ada sosialisasi. Kalau tidak ada halangan, bulan Desember akan groundbreaking," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Bandung, Jumat, 4 September 2015.

    Pria yang akrab disapa Emil ini menambahkan, setelah membangun prototipe sepanjang 800 meter secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya, PT Aditya Dharmaputra Persada tidak serta-merta menjadi pemenang tender.

    "Nanti PT Aditya Ikut lelang lagi bersama dengan yang lain untuk membangun 41,2 kilometer sisanya. Nanti ada surat dari LKPP bahwa untuk prototipe boleh penunjukan langsung (tanpa lelang)," tutur Ridwan Kamil.

    Dalam pembangunan sarana transportasi cable car ini, Ridwan Kamil juga memiliki opsi untuk meminjam dana segar dari Asian Development Bank (ADB). Pasalnya, dalam kunjungan Wakil Presiden ADB Bambang Susantono ke Balai Kota Bandung, dia menjanjikan bunga rendah jika Pemerintah Kota Bandung berniat meminjam uang dari ADB.

    "Mereka bisa membiayai dengan bunganya 1,5 persen. Kalau ke swasta bisa 5 persen. Menariknya, ADB ini sudah ada kerja sama dengan BUMN, sehingga biayanya kalau minjem duit ke ADB hanya 1,5 persen," ujar Ridwan Kamil.

    Nilai investasi proyek cable car, lanjut Emil, dibutuhkan dana sekitar Rp 5 triliun. "Jadi insya Allah cable car itu nanti dibiayai ADB, yang ngerjainnya diharapkan dari BUMN. Tapi kalau yang mengerjakannya swasta, bukan BUMN, mungkin lebih berat. Karena pasti 5 persen, sehingga Pemkot nyicilnya pasti mahal," bebernya.

    Dengan adanya komitmen pembiayaan dari ADB dalam hal pembangunan sarana transportasi, cable car dipastikan bisa lebih dulu terwujud ketimbang monorel. Pasalnya, uang yang dikeluarkan untuk membangun cable car hanya seperlima dari biaya pembangunan monorel. "Monorel kita tetap proses. Intinya ya itu, paling susah mewujudkan transportasi modern," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.