Bertemu Donald Trump, Begini Kesan Fadli Zon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden A.S, Donald Trump (tengah), berjalan bersama Ketua DPR Setya Novanto di Trump Tower, New York, 3 September 2015.  Selain Setya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga hadir di tempat itu. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    Kandidat presiden A.S, Donald Trump (tengah), berjalan bersama Ketua DPR Setya Novanto di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Selain Setya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga hadir di tempat itu. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon bertemu dengan kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di New York, kemarin. Lalu, apa kesan Fadli setelah bertemu dengan salah satu orang terkaya di dunia itu?

    "Pandangannya menarik, to the point, enggak ada basa-basi," ujar Fadli melalui pesan pendek kepada Tempo, Jumat, 4 September 2015. "Jauh dari kesan arogan seperti yang selama ini diberitakan."

    Fadli menjelaskan, selama pertemuan 30 menit itu, Trump lebih banyak berbicara tentang keinginannya berinvestasi di Indonesia. Fadli tentu saja menyambut baik dengan mengatakan, "Semua orang yang mau investasi di Indonesia tentu teman bagi kita."

    Namun, Fadli menegaskan, pertemuan itu sama sekali bukan bentuk dukungan Indonesia terhadap Trump dalam pencalonannya sebagai presiden. "Kami hanya ngobrol santai sambil makan siang. Lalu diajak lihat konferensi persnya di lobi bawah," ujar politikus Partai Gerindra itu.

    Pimpinan DPR, Fadli Zon dan Setya Novanto, bertemu dengan Trump pada Kamis, 3 September, setelah menghadiri forum ketua parlemen sedunia di New York. Pertemuan itu tidak masuk agenda resmi.

    Setelah bertemu dengan Trump, Setya dan Fadli diajak mengikuti deklarasi pengambilan sumpah kesetiaan Trump untuk kubu Republik, yang diadakan di Trump Tower. Pemilik yayasan Miss Universe itu tak lupa memperkenalkan Fadli dan Setya kepada publik sebagai teman dekat.

    "Dia dan rombongannya ke sini untuk bertemu saya hari ini dan kami akan melakukan satu kegiatan besar untuk Amerika Serikat, begitukah?" kata Trump, seperti ditirukan Fadli. "Yes," Setya menjawab. Trump melanjutkan pertanyaannya, "Apakah orang di Indonesia menyukai saya?" Setya menjawab singkat, "Ya, sangat. Terima kasih."

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.