Blitar Bangun Patung Bung Karno Rp 2 M, LSM Nilai Pemborosan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memotret miniatur patung Sukarno-Hatta dalam acara diskusi di Gedung Pola, Jakarta, 6 Juni 2015. Diskusi tersebut membahas peringatan 114 tahun bung Karno, 70 tahun lahirnya Pancasila, dan dan 37 tahun yayasan bung Karno. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    Pengunjung memotret miniatur patung Sukarno-Hatta dalam acara diskusi di Gedung Pola, Jakarta, 6 Juni 2015. Diskusi tersebut membahas peringatan 114 tahun bung Karno, 70 tahun lahirnya Pancasila, dan dan 37 tahun yayasan bung Karno. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Blitar - Pemerintah Kota Blitar membangun patung Bung Karno senilai hampir Rp 2 miliar. Patung Sang Proklamator direncanakan berdiri tepat di sisi kiri perbatasan Kota Blitar dengan Kabupaten Blitar arah ke Malang.

    Para pekerja masih membongkar patung Pancasila yang semula berdiri sebagai batas wilayah. "Patung Bung Karno sebagai ikon bahwa Blitar merupakan Kota Proklamator," kata Pande Suryadi, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Blitar, Jumat, 4 September 2015.

    Pembangunan patung yang diprakarsai Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar itu diperkirakan menelan anggaran Rp 1,9 miliar. Mahalnya biaya ini karena bahan yang digunakan untuk membuat patung seratus persen perunggu. Tinggi patung itu sendiri 9 meter dari permukaan tanah, terdiri atas sosok patung setinggi 7 meter dan umpak 2 meter.

    Pande menjelaskan, pembuatan patung Bung Karno tidak main-main, sehingga pihaknya memakai jasa seniman asal Yogyakarta yang juga sukses mendesain patung perak Jalesveva Jayamahe di Komando Armada Timur TNI Angkatan Laut, Surabaya. Pembuatan patung Bung Karno ditargetkan selesai Desember 2015.

    Koordinator Komite Rakyat Pemberantas Korupsi, Mohamad Triyanto, mengecam proyek patung tersebut. Menurut dia, pemerintah tak perlu membuang anggaran begitu besar hanya untuk menciptakan simbol Bung Karno di Blitar. Sebab, sejak dulu, Blitar sudah identik dengan Sang Proklamator. "Lebih baik uang segitu dipakai untuk program penanaman nilai Bung Karno," tutur Triyanto.

    Dia juga mencurigai proyek itu sebagai alat untuk mencairkan uang negara oleh pihak yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk proyek patung itu tak wajar.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.