Kabut Asap, Bandara Sultan Syarif Pekanbaru Lumpuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Kamis, 9 Juli 2015. Tempo/ Bintari Rahmanita

    Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Kamis, 9 Juli 2015. Tempo/ Bintari Rahmanita

    TEMPO.CO, Pekanbaru  -Sebanyak 12 pesawat membatalkan penerbangan ke Pekanbaru akibat gangguan kabut asap. Aktivitas bandara Sultan Syarif Kasim II lumpuh. Hingga pukul 12.00 WIB , tidak satupun pesawat dapat mendarat lantaran jarak pandang hanya 500 meter.

    "Jarak pandang terganggu akibat asap pekat di bandara," kata Duty Manajer Bandara SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan, kepada Tempo, Jumat, 4 September 2015.

    Menurut Ibnu, jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan. Sebab batas maksimal untuk melakukan pendaratan 1.000 meter. "Sedangkan hingga kini jarak pandang di Pekanbaru hanya 500 meter," ujarnya.

    Ibnu mengatakan, dua pesawat dari Jakarta yakni Citilink dari Jakarta dan AirAsia dari Bandung sudah sempat berada di atas langit Pekanbaru. Namun pilot Citilink memutuskan untuk kembali ke Jakarta sedangkan AirAsia alihkan pendaratan (divert) ke Kuala Lumpur lantaran landasan pacu tertutup asap.

    Kedua pesawat itu kata Ibnu, tidak dapat mengalihkan penerbangan ke Batam lantaran Bandara Hang Nadim telah terjadi penumpukkan pesawat yang divert dari Bandara Kuala Namu.

    "Pesawat di Batam menumpuk, makanya kembali ke Jakarta dan divert ke Kuala Lumpur," jelasnya.

    Distrik Sales Manajer Citilink, Ridwan mengaku sebanyak lima penerbangan Citilink terpaksa ditunda akibat asap. Pihaknya masih menunggu perintah dari kantor Jakarta terkait pembatalan penerbangan saat ini. "Kami masih tunggu info apakah dibatalkan atau tidak," ujarnya.

    Menurut Ridwan, sejak dua hari terakhir ini Citilink terpaksa membatalkan penerbangan karena asap. Pihaknya terpaksa mengembalikan tiket penumpang atau menjadwal ulang penerbangan. Belum diketahui berapa jumlah kerugian maskapai tersebut.

    "Kerugian pasti ada, tapi kami belum menghitung," katanya.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru, Sugarin menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau 362 titik api yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 31 diantaranya terdapat di Riau. "Titik panas terpantau pukul 07.00 pagi tadi," katanya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah di Riau seperti Pekanbaru 800 meter, Rengat 800 meter, Dumai 2 kilometer dan Pelalawan 800 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.