Kabut Asap, Dua Penerbangan dari Medan ke Batam Ditunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, (25/7). ANTARA/Septianda Perdana

    Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, (25/7). ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua penerbangan dari Medan tujuan Batam dan satu penerbangan sebaliknya dibatalkan akibat kabut asap pekat masih menyelimuti sekitar Bandara Internasional Kualanamu.

    "Pagi ini yang dari Medan ada pembatalan. Masing-masing Citilink dan Lion Air," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Suwarso, di Batam, Jumat, 4 September 2015.

    Berdasarkan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, pesawat Citilink QG 884 dari Medan seharusnya tiba 10.10 WIB, tapi dibatalkan.

    Selanjutnya penerbangan Maskapai Lion Air JT 957 yang mestinya mendarat pukul 10.40 WIB juga dinyatakan batal.

    Untuk penerbangan QG 140 dari Batam tujuan Kualanamu yang seharusnya terbang dari Batam pukul 08.30 WIB juga ditunda.

    Demikian juga penerbangan Wings Air IW 2288 tujuan Silangit, Sumatera Utara, yang seharusnya terbang 08.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB belum terbang.

    Satu penerbangan dari Hang Nadim, Batam, tujuan Bengkulu dari maskapai Lion Air JT 963 yang sedianya terbang pukul 09.10 WIB juga batal.

    Suwarso mengatakan, untuk kondisi cuaca di sekitar Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, sebenarnya masih aman untuk penerbangan.

    Namun sejumlah bandara tujuan khususnya di Pulau Sumatera masih diselimuti asap pekat akibat kebakaran hutan yang belum teratasi.

    Suwarso juga mengatakan, hingga Kamis, 3 September 2015, tercatat sekitar 35 penerbangan dari sejumlah bandara di Sumatera dan sebaliknya mengalami pembatalan akibat gangguan asap.

    "Untuk hari ini sepertinya selain tujuan Medan sudah ada membaik. Penerbangan relatif lebih lancar dibanding hari-hari sebelumnya," kata Suwarso.

    Posisi Batam yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan sering terpapar asap saat terjadi kebakaran hutan pada dua wilayah tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.