Sekali Kencan, Tarif Artis Jakarta Ini Rp 10 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi/pelacuran. Andreas Rentz/Getty Images

    Ilustrasi prostitusi/pelacuran. Andreas Rentz/Getty Images

    TEMPO.COSurabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya memeriksa artis sekaligus model asal Jakarta berinisial AS, yang diduga terlibat prostitusi, seusai penangkapan yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal.

    "Kami masih melakukan pemeriksaan, dan kasusnya terus ditindaklanjuti," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Takdir Mattanete kepada wartawan di Mapolrestabes di Jalan Sikatan, Surabaya, Kamis, 3 September 2015.

    Saat ditangkap di sebuah hotel di kawasan Surabaya selatan, AS dalam kondisi mabuk dan dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. Diduga, kata Takdir, perempuan 23 tahun tersebut menjadi korban dari dua muncikari yang menjalankan bisnis prostitusi dalam jaringan, masing-masing berinisial YY dan BS, yang masuk daftar pencarian orang.

    Perwira menengah itu menjelaskan AS oleh muncikarinya dibanderol Rp 8-10 juta untuk sekali kencan. "Ada juga sejumlah wanita lain yang mengaku berprofesi sebagai sales promotion girl, tapi tarifnya di bawah AS," ucapnya didampingi Kepala Subbagian Humas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar.

    Modus dalam menjalankan aksinya, dia melanjutkan, dua muncikari itu menawarkan wanita-wanita melalui grup di BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook (FB).

    "Empat SPG dan AS sementara ini masih berstatus sebagai korban. Tapi, karena ada yang positif narkoba, kami koordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba untuk menindaklanjutinya," kata lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 tersebut.

    Sebagai barang bukti, polisi menyita uang tunai Rp 13,2 juta, tiga kunci kamar hotel, 28 alat kontrasepsi, 5 unit ponsel, dan 3 lembar tagihan hotel. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait dengan kasus ini sekaligus menyelidiki muncikari yang diduga terlibat jaringan nasional.

    "Keduanya diduga memiliki jaringan sama dan tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan kasus di Jakarta. Tapi nanti kami koordinasikan dulu dengan Polda Metro Jaya," tuturnya.

    Untuk menghindari polisi, dua muncikari yang sedang diburu ini selalu berpindah-pindah lokasi, terkadang di Bali, Semarang, dan beberapa daerah lain, sehingga membuat polisi sedikit kesulitan membekuk mereka.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.