Rupiah Loyo, Pemburu Lobster Pantai Selatan Untung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan lobster diolah di Sea Hag Seafood plant, St. George, Maine. Permintaan lobster meningkat tajam setelah melewati masa natal. AP/Robert F. Bukaty

    Ratusan lobster diolah di Sea Hag Seafood plant, St. George, Maine. Permintaan lobster meningkat tajam setelah melewati masa natal. AP/Robert F. Bukaty

    TEMPO.CO, Lumajang - Para pemburu lobster di pesisir selatan Lumajang sedang menikmati manisnya kenaikan nilai dolar Amerika terhadap rupiah. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang Saiful mengatakan harga sejumlah komoditas ekspor hasil laut, di antaranya udang vaname, lobster laut, dan ikan layur, naik. "Harga ikan meningkat juga. Nelayan pasti senang," ujar Saiful, Kamis, 3 September 2015, siang.

    Menurut Saiful, dengan naiknya harga jual lobster, harga beli dari nelayan juga naik. Ada ratusan nelayan Lumajang pemburu lobster di pesisir Selatan Lumajang. Mereka menjual kepada pengumpul, lalu pengumpul menyetor ke pabrik di Surabaya dan Sidoarjo untuk diekspor.

    Saiful mengatakan pabrik akan menentukan grade-grade lobster yang disetor pengumpul. "Harga lobster sekarang mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per kilogram," katanya.

    Penangkapan lobster laut di pantai selatan Lumajang, kata Saiful, biasanya dimulai pada Juni. "Terkadang sampai Desember," ujarnya. Ihwal aturan lobster yang boleh ditangkap, kata Saiful, sebagian besar nelayan Lumajang sudah memahaminya. "Aturan Menteri Perikanan dan Kelautan sangat ketat," katanya.

    Sedangkan untuk udang vaname, potensi ekspornya mencapai 160 ton per tahun. Untuk ikan layur sebesar 10-15 ton per tahun. Sedangkan udang vaname, yang biasa diekspor ke Jepang dan Amerika, harganya Rp 80-100 ribu per kilogram. Sedangkan yang berukuran kecil seharga Rp 60 ribu per kilogram.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.