Sungai Cibeunying Bakal Disulap Mirip Epicentrum Rasuna Said

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemukiman pada di pinggir Sungai Cibeunying Bandung, Jawa Barat (9/2). Salah satu anak Sungai Citarum yang biasanya penuh sampah ini mendadak bersih, karena sampah terbawa banjir. TEMPO/Prima Mulia

    Pemukiman pada di pinggir Sungai Cibeunying Bandung, Jawa Barat (9/2). Salah satu anak Sungai Citarum yang biasanya penuh sampah ini mendadak bersih, karena sampah terbawa banjir. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Sebagian besar warga Jakarta tidak tahu siapa arsitek di balik Taman Epicentrum yang terletak di pinggir sungai di kawasan Rasuna Said. Arsiteknya ternyata Ridwan Kamil, pria yang saat ini menjadi Wali Kota Bandung.

    Konsep taman Sungai Epicentrum ini rencananya akan diaplikasikan kembali oleh Ridwan Kamil di Kota Bandung. Lokasinya berada di bantaran Sungai Cibeunying yang berada di Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

    "Sepanjang aliran sungai akan dibuat wisata air. Saya pernah bikin seperti ini di Jakarta. Namanya Epicentrum di Rasuna Said, persis seperti itu," kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis, 3 September 2015.

    Untuk mewujudkan taman pinggir sungai tersebut, beberapa bangunan liar yang berdiri di samping Sungai Cibeunying rencananya akan segera dibongkar dalam waktu dekat.

    "Bangunan liar akan hilang dalam sekian bulan, kemudian bikin pelataran sehingga orang bisa melihat air dengan lebih baik," tuturnya.

    Selain itu, menurut Ridwan Kamil, perlu juga dilakukan pembersihan sungai terlebih dahulu. Pasalnya, di Sungai Cibeunying yang melintasi Kota Bandung masih banyak sampah. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun segala macam fasilitas agar bantaran sungai terlihat lebih cantik diprediksi mencapai Rp 4 miliar. "Belum termasuk untuk kebersihan air," ucapnya.

    Pria yang akrab disapa Emil ini berharap program-program dan proyek perbaikan aliran sungai di Kota Bandung bisa mengubah pola pikir warga Kota Bandung agar lebih menghargai sungai.

    "Pelan-pelan di masa saya, kita ingin mengubah pola pikir. Sungai itu harus jadi wajah depan (rumah). Kalau wajah depan harus dihormati dengan bentuk trotoar ruang terbuka dan lain-lain," kata Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.