Dikhianati, Gerindra: Ketua MPR dari PAN Itu karena Kami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, (tengah) bersama Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, saat menghadiri pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, (tengah) bersama Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, saat menghadiri pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Partai Gerindra kaget bukan kepalang saat menyaksikan siaran televisi yang menayangkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengumumkan partainya bergabung dengan koalisi Jokowi Rabu kemarin. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan PAN selalu menjamin partai lambang matahari itu akan satu kapal dengan koalisi Prabowo. "Sudah lama kami dengar sinyal perubahan pandangan itu, tapi kami selalu dapat jaminan dari petinggi PAN kalau itu tidak mungkin," kata Muzani saat dihubungi Tempo, Kamis, 3 September 2015.

    Gerindra pasrah atas keputusan PAN. Mereka tak bisa mengikat PAN terus dalam lingkaran Koalisi Merah Putih. Namun, kata Muzani, keputusan PAN menorehkan luka baru bagi Gerindra. "Begitu ada pengumuman dari Istana, kami langsung terpikir bagaimana Gerindra harus merelakan posisi Ketua MPR untuk PAN bukan dari kami. Bagaimana kami mendukung Zulkifli Hasan melawan Oesman Sapta dalam pemilihan Ketua MPR dan akhirnya menang. Bagaimana kami merelakan semua itu?" ucap Muzani.

    Zulkifli Hasan mengumumkan keputusannya bergabung dengan koalisi Jokowi di Istana kemarin siang. Padahal, PAN merupakan partai penggagas terbentuknya koalisi Prabowo saat pemilihan presiden tahun lalu. Saat itu PAN dan Gerindra mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

    Asmara PAN dengan KMP hanya bertahan setahun. Di bawah kepemimpinan Zulkifli, PAN mulai bermain mata dengan koalisi Jokowi. Misalnya, saat Jokowi hadir pada Rapat Kerja Nasional PAN, 6 Mei 2015. Saat itu, Zul mengundang sejumlah tokoh partai dari dua koalisi. Beberapa kali Zul juga tertangkap bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

    Kendati begitu, Muzani mengakui PAN tetap rutin mengikuti pertemuan dengan koalisi Prabowo. Pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2015, PAN mengutus Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno dan satgas PAN mengikuti upacara bersama Prabowo Subianto di Bogor. "Terakhir, pekan lalu Pak Prabowo, Aburizal Bakrie, dan Amien Rais masih bertemu," kata Muzani. Sayangnya, Muzani tak hadir dalam silaturahmi itu.

    Sementara Zulkifli Hasan mengaku telah menghubungi Aburizal Bakrie sesaat setelah mengambil keputusan. Ia berencana menemui pimpinan presidium koalisi Prabowo dalam waktu dekat. "Besok (hari ini) ada pertemuan. Nanti kami sampaikan di sana," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, kemarin. Hingga siang ini, Muzani mengatakan belum ada agenda pertemuan pimpinan partai untuk membahas putusan PAN itu.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.