Beli Tanah, Kebiasaan Baru Ridwan Kamil Saat Blusukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung:  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil punya agenda blusukan rutin, satu kali atau terkadang dua kali dalam satu minggu.  Seperti biasanya, pada Rabu, 2 September 2015 ini, orang nomor satu di Jawa Barat ini berkeliling Kecamatan Batununggal.

    Dari pantauan Tempo saat blusukan, pria yang akrab disapa Emil ini selalu menghentikan laju sepedanya ketika melihat tanah kosong tanpa bangunan. Beli, itu kata yang selalu diucapkannya jika melihat tanah kosong.

    Baca:  Dirut Pertamina Buka-Bukaan Soal Kerugian Rp 14,8 Triliun

    Menurut Emil, tanah-tanah kosong tersebut bukan untuk keperluan pribadi, tapi untuk dijadikan aset Pemerintah Kota Bandung. "Karena ada program satu RW satu taman bermain. Jadi dimana ada lahan kosong kita akan beli untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH)," kata Emil di Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Rabu siang.

    Di daerah Binongjati, Emil sempat mengunjungi tanah milik Pemkot Bandung yang dimanfaatkan warga sebagai arena ketangkasan burung merpati. Tanah seluas 7.000 meter persegi itu rencananya sebagian akan dibuat Alun-alun Batununggal, sebagian lagi untuk pasar dan sisanya untuk kantor kecamatan. Tapi, karena letak tanah yang terapit bangunan milik warga, Emil berencana untuk membeli tanah tersebut.

    "Rencananya (pembebasan tanah) tahun ini, eksekusinya tahun depan. Termasuk pembebasan tanah menembus ke Jalan Ibrahim Adjie," jelasnya.

    Simak: Siapa Mahasiswa UNS yang Lulus dengan IPK 4

    Emil juga memerintahkan kepada para Camat dan lurah untuk mendata lahan-lahan kosong yang tidak produktif agar bisa dibeli oleh Pemkot Bandung untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). "Kemanapun saya pergi, saya mengarahkan kepada lurah dan camat untuk segera mengajukan data-data (tanah) yang akan kita beli sebagai aset yang ujung-ujungnya akan dijadikan untuk RTH," jelasnya.

    Kemarin, lanjut Emil, tanah-tanah kosong yang sudah dibeli oleh Pemkot Bandung hasil pemantauan saat blusukan sempat menjadi bahan perbincangan di DPRD. "Ada dinamika dengan DPRD karena data tanah yang dibeli belum masuk sehingga tidak sempat teranggarkan."

    Baca Juga: Heboh, Ada Telur dengan Cangkang Membentuk Huruf 'Allah'

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga