Pilkada Surabaya, 3 `Srikandi` Ini Calon Pendamping Rasiyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal calon walikota dan calon wakil walikota, Rasiyo (kiri) dan Dhimam Abror Djuraid (kanan) berbincang dengan tim verifikasi saat melakukan pendaftaran Pilkada 2015 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 11 Agustus 2015. FULLY SYAFI

    Pasangan bakal calon walikota dan calon wakil walikota, Rasiyo (kiri) dan Dhimam Abror Djuraid (kanan) berbincang dengan tim verifikasi saat melakukan pendaftaran Pilkada 2015 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 11 Agustus 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Bakal calon Wali Kota Surabaya Rasiyo dipastikan akan diusung dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. Kesepakatan itu dibuat oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. "Ini sudah sepakat, kami akan mengusung Pak Rasiyo kembali," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Jawa Timur Soekarwo, kepada Tempo di kantornya, Rabu, 2 September 2015.

    Kedua partai masih mencari bakal calon wakil wali kota pendamping Rasiyo. Mereka menggelar rapat untuk memutuskan hal tersebut. "Malam ini akan ada rapat," kata Pakde Karwo, sapaan Soekarwo.

    Soekarwo mengatakan ada beberapa nama yang menjadi bakal mendampingi Rasiyo. "Salah satunya Ning Lucy (Lucy Kurniasari, mantan anggota DPR dari Partai Demokrat), itu salah satunya."

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jawa Timur Suyoto mengatakan ada tiga nama wanita yang menjadi kandidat. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya Endang Tjaturahwati, mantan Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Dr Esty Martiana Rachmie, dan mantan anggota DPR dari partai Demokrat Lucy Kurniasari.

    "Mudah-mudahan mereka siap, paling tidak satu di antaranya," kata Suyoto.

    Alasan PAN memilih tiga kandidat tersebut adalah karena dianggap memiliki kredibilitas bahkan Lucy memiliki jaringan di Jakarta karena mantan anggota DPR. Selain itu, pemilihan ketiganya merupakan kesepakatan antara PAN dan Demokrat. "Kami sepakat pendampingnya wanita," kata Suyoto.

    Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah Surabaya membuka pendaftaran kembali setelah pasangan Rasiyo-Dhimam Abror dinyatakan tidak memenuhi syarat saat KPU melakukan verifikasi faktual. KPU saat itu menilai surat rekomendasi dari PAN untuk mengusung Rasiyo-Dhimam tidak identik dengan yang telah diserahkan kepada KPU dalam bentuk scan, selain itu Dhimam tidak pernah mengurus surat bebas tanggungan pajak.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.