Bergabung dengan Koalisi Jokowi, PAN Minta 3 Kursi Menteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Sebelum maju ke podium, Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara tersebut. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Sebelum maju ke podium, Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara tersebut. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Soni Sumarsono mengatakan partainya sedang tawar-menawar jabatan menteri di kabinet Presiden Joko Widodo setelah bergabung dengan koalisi. Ia menargetkan tiga kursi menteri akan diraih partai berlambang matahari ini.

    "Partai sekaliber PAN tak mungkin dapat satu, minimal tiga," ujarnya di Kompleks Parlemen, Rabu, 2 September 2015.

    Berita Menarik:
    Heboh Tren Remaja Seksi, Cuma Berbaju Kantong Plastik Tipis!
    Benar-benar Ajaib, Cangkang Telur Ini Membentuk Huruf 'Allah'

    Partai Amanat Nasional akan merapat ke koalisi pemerintah mulai hari ini. Keputusan PAN bergabung bersama lima partai pendukung lainnya santer terdengar sejak beberapa bulan lalu. Hari ini, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan resmi menyatakan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

    Zulkifli menemui Jokowi di Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.20 WIB. Ia datang bersama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Padahal, dalam jadwal resmi Presiden, tak ada agenda pertemuan dengan dua ketua umum partai itu.

    Sejak pemilihan presiden, PAN bergabung dengan koalisi nonpemerintah di bawah bendera Koalisi Merah Putih. Namun, sejak di bawah kepemimpinan Zulkifli, PAN kerap melontarkan pernyataan mendukung kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dibuat Zulkifli selalu seirama dengan kebijakan Jokowi.

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Yandri Susanto mengatakan keputusan PAN bergabung dengan pemerintah bukan karena adanya tawaran kursi menteri. Namun, menurut dia, "PAN bergabung untuk menghadapi persoalan bangsa." 

    PUTRI ADITYOWATI

    Baca juga:
    Mulyadi, Kiper Asal Indonesia, Jadi Andalan Juventus
    Hebat, Nursyahbani Berhasil Bekuk Perampok dalam Taksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.