Pemadaman Api di Riau Terkendala Izin Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berusaha memadamkan kebakaran lahan yang berada dekat permukiman di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, 24 Juli 2015. Kebakaran terjadi terjadi karena kemarau dan kebiasaan sekelompok masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. ANTARA/FB Anggoro

    Petugas berusaha memadamkan kebakaran lahan yang berada dekat permukiman di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, 24 Juli 2015. Kebakaran terjadi terjadi karena kemarau dan kebiasaan sekelompok masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di Riau saat ini terhambat lantaran tiga helikopter water bombing tak mendapat izin terbang. Izin tak lagi diberikan karena masa kontrak helikopter milik Rusia yang jadi andalan pemadaman dari udara itu telah habis.

    "Tentu saja sangat menghambat pemadaman," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger kepada Tempo, Rabu, 2 September 2015.

    Menurut Edwar, pihaknya saat ini hanya bisa mengandalkan pemadaman lewat darat dengan mengerahkan sejumlah tenaga pemadam api, baik dari personel BPBD maupun Manggala Agni. Mereka juga dibantu ratusan personel tentara dan polisi.

    Edwar mengaku telah melayangkan surat perpanjangan izin terbang kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tiga helikopter, Sikorsky, MI 171, dan Kamov, dapat kembali beroperasi.

    Edwar mengklaim kabut asap yang saat ini menyelimuti Riau lebih dominan kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan. Sebab, kata dia, di dua wilayah itu saat ini terdapat banyak titik api yang mengakibatkan asap terbawa embusan angin dari selatan ke utara. "Riau juga punya titik panas, tapi jumlahnya sedikit. Asap ini dominan kiriman dari tetangga," ujarnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau 559 titik panas yang tersebar di Sumatera. Tiga daerah disebut sebagai penyumbang titik panas paling banyak, yakni Sumatera Selatan 220 titik, Jambi 169 titik, dan Riau 134 titik. Disusul Bangka Belitung 26 titik, Sumatera Barat 6 titik, dan Lampung 4 titik. "Titik panas terpantau sejak pukul 05.00," tutur Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

    Untuk wilayah Riau, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yakni Pelalawan 46 titik, Kampar 13 titik, Kuantan Singingi 11 titik, Indragiri Hilir 29 titik, Indragiri Hulu 21 titik, Siak 4 titik, Rokan Hulu 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, Bengkalis 3 titik, Dumai 1 titik, dan Meranti 1 titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 98 titik," ucapnya.

    Kabut asap turut mengganggu jarak pandang di beberapa wilayah di Riau. Seperti Pekanbaru dengan jarak pandang menurun hingga 500 meter, Pelalawan 400 meter, Dumai 700 meter, dan Rengat 800 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.