Terbang Perdana di Pontianak, Citilink Disambut Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bandara melambaikan tangan kepada Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas bandara melambaikan tangan kepada Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Pontianak - Maskapai berbiaya murah (LCC) merambah Pontianak dengan membuka rute penerbangan baru Jakarta-Pontianak dan Surabaya-Pontianak mulai 1 September 2015. Penerbangan perdana Citilink dengan rute ini sempat terkendala kabut asap di Pontianak.

    "Penerbangan ini menggenapi konektivitas kota-kota besar di Kalimantan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia," ujar Hans Nugroho, Commercial Project Director PT Citilink Indonesia, Selasa, 1 September 2015, di Pontianak.

    Sebelumnya, Citilink sudah melayani rute Balikpapan, Banjarmasin, dan Palangkaraya. "Adanya gangguan extruder ini sudah kita perhitungkan sebelumnya. Biasa itu dalam penerbangan," kata Hans. Bandara Supadio, Pontianak, pada 1 September sempat ditutup dua jam karena keterbatasan jarak pandang aman bagi penerbangan.

    Akibatnya, pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang pada penerbangan perdana Jakarta-Pontianak kemarin sempat tertunda dua jam. Sedianya, pesawat Citilink dijadwalkan mendarat pada pukul 09.00.

    Citilink melayani penerbangan dua kali sehari, pada pagi dan malam. "Rute penerbangan Jakarta-Pontianak dan Surabaya-Pontianak bertujuan membuka peluang bisnis dan juga pariwisata daerah sebagai upaya tetap mendorong pertumbuhan di tengah kelesuan ekonomi,” tutur President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan.

    Albert mengatakan kebijakan membuka rute baru tidak saja membuka peluang bisnis dan pariwisata Kalimantan Barat dengan wilayah lain di Indonesia, terutama dengan Pulau Jawa. “Namun juga menjadi bagian dari strategi bisnis Citilink untuk melanjutkan pertumbuhan positif yang telah dialami Citilink,” ucap Albert. “Meski saat ini sedang terjadi perlambatan ekonomi, baik dalam skala nasional maupun global, Citilink melihat situasi ini sebagai peluang usaha yang bagus untuk mengatasi kelesuan ekonomi.”

    Pada 1 September 2015, Citilink juga membuka sejumlah rute domestik baru, yaitu Bandung-Palembang (PP) dan Surabaya-Bandung (PP). Selain rute domestik, Citilink juga berencana membuka rute internasional pada pekan depan, yaitu Denpasar-Dili, dengan menggandeng Air Timor dalam pengoperasiannya.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.