Mahasiswa UNS Peraih IPK 4,0 Terinspirasi Ayahnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rian Mantasa Salve Prastica yang berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,0. Pria asal Pati itu akan mengikuti wisuda pada Desember mendatang. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rian Mantasa Salve Prastica yang berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,0. Pria asal Pati itu akan mengikuti wisuda pada Desember mendatang. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Surakarta - Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rian Mantasa Salve Prastica berhasil menyelesaikan kuliah dengan nilai sempurna. Dia berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 alias memperoleh nilai A untuk semua mata kuliahnya.

    Menurut Rian, ada alasan khusus mengapa dia memilih masuk di jurusan teknik sipil saat mendaftar di UNS, empat tahun silam. "Dulunya ingin mengikuti jejak ayah," katanya, Selasa 1 September 2015. Ayahnya yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas bekerja sebagai pemborong bangunan.

    Sebenarnya, kedua orang tuanya sempat menyarankan agar Rian mengambil kuliah di kedokteran. "Saran itu saya ikuti dengan mendaftar di Fakultas Kedokteran di pilihan pertama," katanya. Namun, dia ternyata diterima di pilihan kedua, yaitu Jurusan Teknik Sipil.

    Meski demikian, setelah menjelang lulus dari kuliah, Rian berubah pikiran. Dia sudah tidak lagi menginginkan menjadi pemborong seperti ayahnya. "Ingin jadi dosen," katanya. Karena itu, saat ini dia tengah sibuk mencari beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri.

    Kepala Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik UNS, Rintis Hadiyani mengakui bahwa Rian cukup berpotensi untuk menjadi dosen. Selama ini Rian sudah terbiasa menjadi asisten bagi sejumlah dosen. "Selain mengajar teori untuk adik tingkatnya, dia juga sering mengajar praktikum di laboratorium," kata Rintis.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.