Ingin Jalan-jalan ke Yogya? Awas Malioboro Makin Macet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pengantin GKR Hayu dan KPH Notonegoro melewati kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta (23/10). Selain kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pasangan pengantin, kirab ini diikuti oleh 12 kereta milik  Keraton Yogyakarta, 60 kuda, 240 prajurit tradisional Keraton dan diamankan oleh 3000an relawan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pengantin GKR Hayu dan KPH Notonegoro melewati kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta (23/10). Selain kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pasangan pengantin, kirab ini diikuti oleh 12 kereta milik Keraton Yogyakarta, 60 kuda, 240 prajurit tradisional Keraton dan diamankan oleh 3000an relawan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bagi Anda yang sudah merencanakan jalan-jalan ke Yogyakarta, bersiap-siaplah menghadapi kemacetan di sepanjang Malioboro hingga Alun-alun Utara depan keraton. Pasalnya, hingga pertengahan Desember 2015 nanti, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menata kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Pengerjaannya dimulai Selasa, 1 September 2015.

    Kawasan Titik Nol adalah titik yang berada di antara Istana Gedung Agung, Benteng Vredeburg dan Kantor Pos Besar. Proyek penataan kawasan Titik Nol Kilometer tahap pertama ini menggunakan anggaran dari dana keistimewaan 2015 sebesar Rp 4,6 miliar. Proyek ini merupakan lanjutan dari proyek penataan Alun-alun Utara yang sudah seelsai Agustus lalu.

    “Tahap pertama yang kami garap adalah dari sisi selatan titik Nol Kilometer, antara kantor pos besar dan gedung BNI,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum ESDM DIY Rani Sjamsinari Selasa, 1 September 2015.

    Pemerintah akan mengganti jalan aspal di kawasan Titik Nol Kilometer dengan lapisan batuan alam jenis andesit. Penataan ini serupa dengan yang dilakukan di kawasan Monumen Tugu Pal Putih yang dikerjakan 2013 lalu.

    Dari gambar rencana kerja yang ditunjukkan Rani, untuk tahap pertama tersebut kendaraan tak akan bisa melintasi jalan Trikora (menuju keraton) sepenuhnya. Sedangkan sisa jalan di sisi timur Titik Nol Kilometer (Jalan Senopati) hanya 7,5 meter dan di sisi barat (Jalan KH Ahmad Dahlan) hanya sekitar 6 meter.

    Pantauan Tempo proyek penataan Titik Nol itu dimulai dengan menutup akses sejumlah jalan seperti sisi selatan Nol Kilometer atau Jalan Pangurakan (Jalan Trikora) serta simpang tiga Jalan Bhayangkara-KH Ahmad Dahlan atau Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.

    Akibat penutupan akses itu kemacetan pun terjadi khususunya pengendara dari arah Jalan Malioboro yang hendak melewati Titik Nol Kilometer. Meskipun sejumlah tanda pemberitahuan sudah dipasang di sepanjang Malioboro agar pengendara menghindari Titik Nol Kilometer, namun banyak warga tak menggubrisnya.

    Menurut Rani untuk tahap pertama penataan Titik Nol Kilometer tersebut, rencananya akses jalan yang ditutup akan berlangsung efektif dari 3 September sampai 16 Oktober 2015. Sedangkan pada pengerjaan tahap dua penutupan jalan zona bagian utara (dari arah Malioboro) akan dilakukan efektif 27 Oktober- 16 Desember 2015.

    Rani mengatakan setelah proyek Titik Nol Kilometer ini rampung, Pemerintah DIY akan melanjutkan terus mulai tahun depan dengan melakukan penataan di sepanjang Jalan Malioboro yang konsepnya diberi judul Malioboro Street Furniture.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga