Kepolisian Surabaya Daulat Risma Jadi Duta Motivator Polwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas PMK membantu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengenakan tali keselamatan saat akan mencoba kendaraan skylift di halaman Balai Kota Surabaya, 3 Maret 2015. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang petugas PMK membantu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengenakan tali keselamatan saat akan mencoba kendaraan skylift di halaman Balai Kota Surabaya, 3 Maret 2015. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didaulat menjadi duta motivator bagi polisi wanita (polwan) di jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Risma dinilai sebagai sosok perempuan yang patut diteladani dalam segala aktivitasnya, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pejabat.

    "Bu Risma sosok teladan dan pekerja keras yang menjadi fenomena dan inspirasi para wanita, baik di Indonesia maupun di dunia," kata Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Yan Fitri Halimansyah seusai acara Hari Ulang Tahun ke-67 Polisi Wanita di Polrestabes Surabaya, Selasa, 1 September 2015.

    Menurut Yan, Risma dikenal tegas dalam menjalankan tugasnya, bahkan selalu berada di depan dalam menangani seluruh persoalan kota. Risma tak segan turun langsung ke lokasi banjir, kebakaran, kemacetan lalu lintas, dan lain-lain. “Semoga Bu Risma tidak mengatur kemacetan lalu lintas lagi, karena sudah ada polwan,” katanya, berseloroh.

    Yan berharap polwan di Surabaya meniru kinerja Risma dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota agar masyarakat tenteram. “Tirulah Bu Risma yang tak kenal lelah dalam bekerja,” ujarnya.

    Risma mengaku senang dan bangga didaulat menjadi motivator polwan. Dia berharap bisa memotivasi para polwan untuk membantu menjaga Kota Surabaya dari tindak kejahatan maupun ketidaktertiban.

    Risma juga mengapresiasi sikap Yan yang memberi kesempatan kepada polwan berada di barisan depan dalam menjalankan tugas. "Jika polwan berada di garda depan, saya yakin kota ini akan lebih manusiawi karena pendekatannya humanis," katanya.

    Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu berharap para polwan lebih konsentrasi dalam hal penanganan transportasi serta kemacetan. Alasannya, bila yang mengatur polwan, masyarakat lebih mau menurut. “Polwan itu lebih peka dan memperhitungkan detail apa pun yang akan terjadi. Itulah kelebihan perempuan,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.