Sadis, Bocah Ini Bunuh Remaja SMP karena Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Bandung - Pembunuhan siswi sekolah menengah pertama, Pricilia Dina, 14 tahun, yang dilakukan oleh teman dekatnya berinisial FS, sudah direncanakan oleh pelaku. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Mochammad Ngajib mengatakan, FS yang masih berusia 14 tahun, membawa sebuah palu yang disiapkan untuk membunuh korban.

    Pricilia dihabisi di Jalan Inspeksi Cidurian, Cipamokolan, Bandung. Motifnya diduga pelaku ingin menguasai ponsel baru korban.

    "Pelaku memang sudah merencanakan aksinya, karena palu sudah disediakan. Walau awalnya palu itu untuk membobol rumah kosong di sekitar sana, tapi akhirnya dipakai untuk membunuh korban," ujar Ngajib, Selasa, 1 September 2015.

    Pelaku yang sempat meminta dibelikan sebuah ponsel Android kepada ibunya, akhirnya nekat merampas ponsel yang dibawa oleh Pricilia. Saat kejadian, selain ponsel pelaku juga membawa serta laptop milik korban.

    Namun pelaku yang sempat berusaha melarikan diri, ditangkap oleh warga setempat tidak jauh dari lokasi pembunuhan. "Ada laporan bahwa memang pelaku sempat minta dibelikan ponsel Android kepada ibunya," ujar Kepala Polisi Resor Kota Besar Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, Selasa, 1 September 2015

    Atas pembunuhan yang dilakukan oleh FS, yang masih di bawah umur, menurut AKBP Ngajib, tidak akan dilakukan penahanan. Polisi akan menitipkan pelaku ke Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) yang bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan lebih lanjut.

    "Pelaku masih di bawah umur jadi tidak akan ada penahanan tapi kami titipkan ke LPKS Dinas Sosial untuk pembinaan dan penanganan lebih lanjutnya, walau pasal yang di jatuhkan itu ada 338, 340, dan 365 tentang penghilangan nyawa seseorang," ujar Ngajib

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.