Jokowi Makan Siang Bareng Sopir Ojek dan Angkutan Umum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi santap siang bersama pengemudi Gojek, Kopaja dan angkutan umum lainnya. Istimewa

    Presiden Jokowi santap siang bersama pengemudi Gojek, Kopaja dan angkutan umum lainnya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo siang ini mengundang makan siang puluhan sopir berbagai moda transportasi. Pengemudi ojek reguler, Go-Jek, serta sopir mikrolet, Kopaja, Metro Mini, dan taksi Express terlihat memenuhi ruangan tengah Istana Negara untuk makan siang dengan Presiden.

    Jokowi mengatakan acara makan siang ini dilakukan mendadak karena ia baru meminta pihak protokol Istana mengundang para pengemudi tersebut kemarin. "Saya baru minta mempersiapkan kemarin," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa, 1 September 2015.

    Ia mengaku mendapat ide untuk mengundang makan siang saat sedang blusukan di Jakarta beberapa pekan lalu. Saat itu, Jokowi berbincang dengan seorang tukang ojek. "Lalu, dia bilang sama saya, kok Bapak terus blusukan ke daerah. Kapan kita diundang ke Istana? Sejak itu, saya langsung mikir untuk mengundang mereka ke Istana," katanya.

    Sebanyak 80 tukang ojek serta sopir mikrolet, Kopaja, dan Metro Mini duduk di meja bundar di Istana Negara. Jokowi kemudian memberi kesempatan perwakilan tiap pengemudi untuk menyampaikan keluhannya.

    Perwakilan sopir mikrolet menyampaikan keluhannya mengenai banyaknya pungutan liar di daerah Pasar Minggu. Perwakilan sopir Kopaja bernama Toha mengeluh kepada Presiden karena tidak mendapat Kartu Jakarta Pintar untuk anaknya. "Banyak pendatang yang justru dapat," katanya kepada Presiden.

    Sopir taksi mengeluhkan adanya fasilitas taksi online Uber Taxi yang membuat jumlah pelanggannya menurun. Perwakilan ojek reguler juga memprotes Presiden karena pendapatannya yang turun sejak ada Go-Jek. Presiden Jokowi berjanji akan mencatat keluhan tersebut dan melakukan perbaikan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.