Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP Akan Diperiksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung akan melibatkan tenaga ahli kejiwaan dalam kasus pembunuhan sadistis yang melibatkan remaja di bawah umur. SF, 14 tahun, pelaku yang merupakan teman korban, dipastikan akan menjalani pemeriksaan kejiwaan atas tindak kriminal yang dilakukan.

    "Kami pasti akan melibatkan pemeriksaan kejiwaan pelaku, karena masak anak seumuran SMP sudah bisa melakukan hal seperti itu, membunuh temannya sendiri," ujar Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol saat ditemui di Polrestabes Bandung, Selasa, 1 September 2015.

    Pembunuhan yang terjadi pada Senin, 31 Agustus 2015, yang bertempat di sebuah pematang sawah di dekat Hotel Grand Sharon, Jalan Inpeksi Cidurian, ini membuat korban Pricila Dina, 15 tahun, tewas akibat tiga kali hantaman palu di bagian kepala. Jasad Pricilia ditemukan bersimbah darah tak jauh dari lokasi penangkapan pelaku.

    Menurut pengakuan saksi bernama Yogi, SF sempat mencoba melarikan diri. Namun akhirnya ia tertangkap tak jauh dari lokasi pembunuhan tersebut. Pihak kepolisian setempat langsung menahan tersangka dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Al Islam untuk diperiksa lebih lanjut.

    Menurut Yoyol, hal semacam ini sangat disayangkan mengingat korban masih berusia di bawah umur. Pengawasan terhadap anak-anak memang harus lebih ditingkatkan. Selain pihak sekolah, keluarga dan masyarakat harus berperan serta dalam pembentukan karakter agar tidak terjadi kembali peristiwa seperti ini.

    "Ya cukup disayangkan, ya, pembunuhannya sadistis, dipukul berkali-kali dengan palu. Apalagi korban adalah temannya sendiri. Saya rasa semua lapisan harus jadi pembentuk karakter," ujarnya.

    DWI RENJANI

    VIDEO KASUS-KASUS PEMBUNUHAN:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.