Jumlah Polisi Mengkonsumsi Narkoba Terus Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hamluddin

    TEMPO/Hamluddin

    TEMPO.CO, Parepare - Jumlah polisi yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika dan obat terlarang (narkoba) terus bertambah setelah tim terpadu dari Bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri melakukan tes urine secara mendadak di sejumlah Polres di Sulawesi Selatan.

    Hingga Senin, 31 Agustus 2015, setidaknya tiga Polres di kawasan Ajatappareng, yakni Polres Sidrap, Polres Parepare dan Polres Pinrang, yang sudah menjadi sasaran pelaksanaan tes urine. yang dipimpin oleh Kepala Biro Propam Mabes Polri, Brigadir Jenderal Gatot Subroto.

    Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, pada pelaksanaan tes urine di Polres Sidrap, Kamis pekan lalu, 27 Agustus 2015, sebanyak 381 orang dari 467 personil diperiksa urinenya. Adapun 86 orang sedang menjalani tugas luar serta tidak hadir tanpa keterangan. Hasilnya, 11 orang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi (amphetamine) dan sabu-sabu (metamfetamin).

    Pada pelaksanaan tes urine di Polres Parepare, ditemukan lima orang yang positif mengkonsumsi narkoba. Adapun di Polres Pinrang juga lima orang, sehingga keseluruhannya menjadi 21 orang.

    Kepala Polres Parepare, Ajun Komisaris Besar Alan G Abast, mengatakan pelaksanaan tes urine merupakan program Mabes Polri. Itu sebabnya, dia tidak banyak memberikan penjelasan. “Mabes Polri yang berwenang memberikan keterangan kepada wartawan,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2015.

    Meski demikian, Alan masih bersedia menjelaskan dari pelaksanaan tes urine di Markas Polres Parepare, delapan orang polisi yang semula dinyatakan positif menggunakan narkoba. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, tiga orang di antaranya meminum obat yang mengandung salah satu unsur narkoba demi kepentingan kesehatannya. “Tiga orang itu sakit, obat yang diminumnya sesuai resep dokter,” kata Alan.

    Kepala Polres Pinrang, Ajun Komisaris Adri, menjelaskan semula tujuh orang yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba. Namun, dua di antaranya menggunakan obat yang mengandung salah satu zat dalam narkoba guna penyebuhan penyakitnya, yang diperkuat dengan resep dokter. “Penjelasan lebih lanjut yang berkaitan dengan tes urine, silahkan tanyakan ke Mabes Polri,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kepala Polres Sidrap, Ajun Komisaris Besar Anggi N Siregar, tak menampik 11 anak buahnya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba. "Ya, seperti itu hasil maupun jumlahnya,” tuturnya, Jumat pekan lalu, 28 Agustus 2015.

    Penjelasan ihwal 11 orang anggota Polres Sidrap positif mengkonsumsi ekstasi (amphetamine) dan sabu-sabu (metamfetamin), dikemukakan oleh Brigjen Gatot Subroto. Dia juga mengatakan tes urine dilakukan berkaitan dengan penertiban terhadap anggota kepolisian yang terlibat kasus narkoba.

    Sementara itu, tiga orang anggota Polsek Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Luwu Utara, karena diduga menjadi pengedar sabu-sabu. Mereka adalah Brigadir Ar, Bripka Hk dan Bripka Ih. “Kami masih memburu bandarnya,” kata Kepala Polres Luwu Utara, Ajun Komisaris Besar Muhammad Hendro, Senin, 31 Agustus 2015.

    Ketiganya diciduk Sabtu akhir pekan lalu, menuyusul penangkapan Kepala Desa Tolangi, Kecamatan Sukamaju, Ak, dan seorang warganya, At, dengan barang bukti 0,40 gram sabu-sabu, yang dibelinya dari Brigadir Ar dan Bripka Hk.

    Kepala Satuan Narkotika Polres Luwu Utara, Ajun Komisaris Jung Douwes Mala, menjelaskan Ak juga sudah menyerahkan uang Rp 2 juta kepada Brigadir Ar, Bripka Ih guna pembelian tambahan beberapa paket sabu-sabu. Namun, polisi lebih dulu menangkap mereka.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR | HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.