Batal Umumkan Capim KPK Jadi Tersangka, Ini Alasan Kapolri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol  Badrodin Haiti, memberikan arahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, memberikan arahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan belum bisa membuka penetapan tersangka calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, kata dia, proses di Panitia Seleksi masih berlangsung.

    "Tak perlu disampaikan ke media karena masih berkaitan dengan proses di Pansel," ujar Badrodin di kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Senin, 31 Agustus 2015.

    Namun, Badrodin enggan menjawab ketika ditanya apakah polisi menunggu Presiden Joko Widodo mengumumkan delapan besar calon pimpinan KPK. "Kita lihat nantilah," ujar dia.

    Besok, Jokowi dijadwalkan menerima nama delapan besar calon pimpinan KPK dari Panitia Seleksi pada pukul 10.00 WIB di Kantor Kepresidenan.

    Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut satu peserta calon pimpinan KPK sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketua Panitia Seleksi Destry Damayanti menjamin delapan nama yang telah dipilih bukan yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

    Ia meminta kepolisian menginformasikan apabila ada perkembangan penyelidikan dan melibatkan nama lain dalam calon pimpinan. "Jangan sampai saat sudah diumumkan ada nama lain," katanya.

    Destry membantah menjalin komunikasi dengan kepolisian agar menunda penetapan tersangka.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.