Waduk Jatigede Diairi, Warga: Minta Waktu, Nunggu Jual Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah-rumah warga yang telah dibongkar di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, menjel;ang penggenangan Waduk Jatigede, 30 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Rumah-rumah warga yang telah dibongkar di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, menjel;ang penggenangan Waduk Jatigede, 30 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Sumedang - Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai digenangi air sejak diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono hari ini, 31Agustus 2015. Kendati demikian, sebagian warga di tiga desa yang berada dalam kawasan waduk masih bertahan di rumah masing-masing.

    Tiga desa tersebut adalah Desa Jemah, Desa Cipaku, dan Desa Sukakerta. Tiga desa tersebut merupakan desa terdekat dari pintu air waduk.

    Pantauan Tempo, pada detik-detik tahap awal penggenangan, sejumlah warga di tiga desa tersebut masih menempati rumah masing-masing. Di Desa Jemah—desa yang paling dekat dengan pintu air, terdapat tiga kepala keluarga yang masih menempati rumah mereka. Mereka mengaku akan pindah setelah hari pertama penggenangan Waduk Jatigede tahap pertama.

    "Saya minta waktu satu hari untuk pindahan. Ini lagi nunggu jual sapi sama beres-beres rumah," ujar Ratnasih, warga Desa Jemah, kepada Tempo.

    Adapun di dua desa lainnya, Desa Cipaku dan Desa Sukakerta, terlihat sebagian warga sedang melakukan pembongkaran rumah. Namun ada juga yang menjalankan aktivitas seperti biasa, seperti memotong kayu, sementara anak-anak masih melakukan kegiatan belajar di SDN Cipaku 1.

    Meskipun sudah memiliki tempat tinggal baru, sebagian warga mengaku bingung harus bekerja apa setelah pindah. Seperti Enceng Tahya, 66 tahun, yang merasa kebingungan setelah ia dipindahkan dari desanya di Desa Sukakerta, Kecamatan Jatigede. Pria yang berprofesi sebagi buruh tani dan ternak tersebut belum memutuskan untuk mencari penghasilan di mana setelah pindah. Ia berencana pindah ke rumah anaknya di Kabupaten Bandung.

    "Kantun (tinggal) bingung sekarang, mah, uang sudah abis. Paling ngandalin anak," kata Enceng kepada Tempo, kemarin.

    Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan air yang menggenangi waduk akan mengalir secara bertahap. Butuh waktu sekitar 220 hari untuk menggenangi waduk seluas 4.800 hektare itu. "Namun pada hari ke-55 sudah bisa setengahnya, bisa berfungsi untuk irigasi. Tapi untuk sepenuhnya membutuhkan 220 hari," tuturnya.

    Ia mengklaim keputusan penggenangan Waduh Jatigede tahap awal ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurut dia, keputusan ini sudah diperhitungkan secara matang dengan waktu yang panjang. "Kita ini tadinya tanggal 1 Agustus, jadi ada waktu sosialisasi selama satu bulan kepada warga," ucapnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.