Pejabat Bantul Kepergok Dukung Salah Satu Calon Bupati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pendaftaran bakal calon pasangan bupati/walikota dan wakil bupati/wali kota yang akan mengikuti Pilkada 2015. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pendaftaran bakal calon pasangan bupati/walikota dan wakil bupati/wali kota yang akan mengikuti Pilkada 2015. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Bantul - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pleret memergoki Asisten Sekretariat Daerah Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Bantul Sunarto yang bersikap tidak netral dengan memperkenalkan salah satu calon kepala daerah.

    "Kalau pejabat pemerintahan ingin memperkenalkan calon, harus semuanya, jangan salah satu saja," kata Ketua Panwascam Pleret Margi Wibowo kepada Tempo, Minggu, 30 Agustus 2015.

    Dalam acara merti dusun di Dusun Trayeman, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Jumat malam pekan lalu, Sunarto memberikan sambutan mewakili pemerintah. "Di sana Sunarto memperkenalkan Misbakhul Munir sebagai calon wakil bupati di pilkada," kata Margi.

    Misbakhul mendampingi Sri Suryawidati, Bupati Bantul periode 2010-2015, yang maju kembali dalam pilkada tahun ini. Adapun Misbakhul sebelumnya adalah Asisten Sekretariat Daerah Bantul Bidang Pemerintahan.

    Menurut Margi, dalam acara itu Sunarto juga mengatakan Misbakhul sebagai salah satu warga asal Kecamatan Pleret yang berhasil berkarier di pemerintahan daerah. "Dia juga bilang Misbakhul pernah jadi Camat Pleret dan dulu ada mantan Camat Pleret bernama Harsodiningrat yang berhasil menjadi Bupati Gunungkidul," kata Margi.

    Margi menilai Sunarto terindikasi melanggar kewajiban bersikap netral dalam pilkada sesuai perintah Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Semestinya, sebagai pejabat pemerintah daerah, dia memperkenalkan semua peserta pilkada apabila tidak bermaksud kampanye. "Ketimbang memperkenalkan satu calon saja, lebih baik tidak sama sekali," Margi menambahkan.

    Apalagi Margi menemukan indikasi lain ada niat kampanye di pidato Sunarto. Berdasarkan keterangan Panitia Penyelenggara Merti Dusun di kampung Trayeman, Misbakhul tidak diundang di acara itu. "Tapi dia datang sebagai tokoh masyarakat. Kebetulan dia warga Desa Wonokromo yang bertetangga dengan Desa Pleret," kata Margi.

    Pejabat Sementara Bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo mengaku sudah memberikan peringatan kepada Sunarto agar tidak mengulangi kasus serupa. Sigit mengklaim telah meminta semua pejabat di Pemkab Bantul agar bersikap netral di pilkada. "Saya briefing sendiri, dari pejabat SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) hingga camat," kata Sigit.

    Dalam acara di Dusun Trayeman, Sigit mengatakan Sunarto mewakili dirinya. Namun ia tidak sempat menyusun pidato resmi sehingga Sunarto menyampaikan sambutan tanpa naskah. "Setelah ini saya akan selalu buat naskah pidato resmi supaya pidatonya tidak kemana-mana," kata Sigit.

    Sebelum ini, Panwaslu Bantul menemukan 15 pejabat pemerintahan hadir dalam deklarasi pencalonan pasangan Sri Suryawidati dan Misbahul Munir pada 14 Juni 2015.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.