34 WNI Berangkat Haji dari Hong Kong, Termasuk 14 TKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Haji Indonesia (IKHJI) di Hong Kong memberangkatkan 34 calon jemaah haji dari Hong Kong pada pertengahan September 2015.

    Ke-34 orang calon haji itu termasuk 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Hong Kong, ujar salah satu pengurus dan pendakwah The Islamic Union of Hong Kong Ustad Abdul Muhaemin Karim kepada Antara di Hong Kong, Minggu.

    "Ini merupakan kesekian kalinya sejak berdiri 2011 IKHJI memberangkatkan calon jemaah haji dari Hong Kong. Tidak saja bagi warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai diplomat, di sektor perbankan dan lainnya, tetapi termasuk pula para TKI yang berada di Indonesia. Perlu kita syukuri para TKI/TKW bisa ikut menunaikan ibadah haji," katanya.

    Muhaemin mengatakan rata-rata setiap tahun terdapat 30 hingga 35 WNI yang diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

    "Alhamdulillah, seluruh persyaratan para calon jemaah haji telah dilengkapi dan mendapat persetujuan, sehingga Insya Allah bisa berangkat pada 14 September," ujarnya.

    Terkait pelaksanaan ibadah haji tersebut telah dilakukan manasik haji di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong. "Kegiatan telah dimulai sejak akhir pekan silam," kata Konjen RI Hong Kong Chalief Akbar Tjandraningrat.

    "Semoga kegiatan dapat terus berjalan lancar sampai para calon jemaah haji kita berangkat ke Tanah Suci dan kembali sebagai haji yang mabrur. Persiapan fisik maupun mental terus dilakukan untuk mendukung itu semua," katanya.

    ANTARA



    Berita Menarik
    Sujiwo Tedjo Menerawang: Militer Geser Jokowi, Bukan Prabowo
    Gusar, RJ Lino Ancam Jokowi, Rini Soemarno Telepon Kapolri
    Ratu Ini Tak Hanya Cantik, Julukannya Juga Bikin Bergidik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.