Ketua Pansel KPK Bicara Hasil Seleksi & Calon yang Tersangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansel Pimpinan KPK, Destry Damayanti, memberikan keterangan pers di sela proses seleksi tahap ketiga calon Pimpinan KPK di Jakarta, 27 Juli 2015. Seleksi tahap III ini  meliputi uji kecerdasan, potensi kerja, penilaian kepribadian dan integritas. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Ketua Pansel Pimpinan KPK, Destry Damayanti, memberikan keterangan pers di sela proses seleksi tahap ketiga calon Pimpinan KPK di Jakarta, 27 Juli 2015. Seleksi tahap III ini meliputi uji kecerdasan, potensi kerja, penilaian kepribadian dan integritas. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyelesaikan proses seleksi. Mereka pun bersuap menyerahkan delapan nama hasil seleksi pada Presiden Joko Widodo. Berikut wawancara Tempo dengan Ketua Pansel KPK Destry Damayanti, Sabtu, 29 Agustus 2015, terkait hasil seleksi tersebut:

    Tanya: Kapan Pansel menyerahkan delapan nama capim KPK ke Jokowi?

    Jawab: Jadwalnya memang Senin (31 Agustus 2015). Tapi kami kemarin cek jadwalnya pak presiden, dapatnya tanggal 2 September 2015.

    Bagaimana hasil seleksi?

    Setelah wawancara tgl 24-26 itu kami langsung rapat untuk membahas semuanya. Kami konsolidasi dari pandangan-pandangan semua anggota Pansel terhadap wawancara tersebut karena itu sebagai awal kami nanti menentukan 8 nama yang akan lolos. Kemarin para dokter juga presentasi ke kami soal hasil tes kesehatan fisik dan jiwa. Itu paginya kami lakukan. Kemudian kami list dan cocokkan dengan catatan-catatan dari para trackers. Catatan-catatan itu terus berjalan, sejak awal 19 orang itu sudah banyak catatan yang kami terima dari CSO, kepolisian, kejaksaan, dan masyarakat. Itu menjadi pertimbangan yang sangat penting untuk meloloskan.

    Kami sudah ada beberapa capim yang punya catatan khusus, dan sudah kami tandai juga. Jadi sebenarnya kemarin itu lebih mempermudah saja, jadi kami konsolidasi ke tiga faktor tadi dan mengerucut ke 8 nama yang akan disampaikan ke presiden.

    Lalu keluar berita dari Bareskrim yang menyebutkan ada yang jadi tersangka. Saya langsung ke sana (Bareskrim) untuk mengecek. Kami dapat namanya. Memang nama itu sudah tidak masuk dalam 8 nama karena dari awal kami tahu orang ini ada beberapa catatan yang menurut kami riskan untuk diloloskan.



    Berita Menarik
    Sujiwo Tedjo Menerawang: Militer Geser Jokowi, Bukan Prabowo
    Gusar, RJ Lino Ancam Jokowi, Rini Soemarno Telepon Kapolri
    Ratu Ini Tak Hanya Cantik, Julukannya Juga Bikin Bergidik

    Selanjutnya: Baru Diputuskan Jumat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.