Kemarau, Wartawan Sumbang Air Bersih untuk Warga Pamekasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memikul ember setelah mengambil bantuan air bersih di Deliksari, Gunungpati, Semarang, 7 Agustus 2015. Pemerintah kota maupun pihak swasta terus memasok air bersih di tiga wilayah terdampak kekeringan di Semarang, yaitu wilayah Rowosari, Deliksari dan Gunung Tugel. TEMPO/Budi Purwanto

    Warga memikul ember setelah mengambil bantuan air bersih di Deliksari, Gunungpati, Semarang, 7 Agustus 2015. Pemerintah kota maupun pihak swasta terus memasok air bersih di tiga wilayah terdampak kekeringan di Semarang, yaitu wilayah Rowosari, Deliksari dan Gunung Tugel. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Pamekasan - Aliansi Jurnalis Pamekasan memberikan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan. Ketua AJP, Suhri, mengatakan program bantuan air bersih ini merupakan bentuk keprihatinan terkait dengan kekurangan air bersih yang dikeluhkan warga.

    "Setiap hari warga mengeluh ke kami soal air bersih. Jadi kami beri bantuan, selain bantuan pemberitaan," kata Suhri, Sabtu, 29 Agustus 2015.

    Program bantuan air bersih ini sudah berlangsung sejak Kamis, 27 Agustus 2015. Setiap hari, kata Suhri, jumlah pengiriman air di dalam tangki rata-rata 10-15 kali. "Satu desa kami jatah satu tangki," ujarnya.

    Menurut Suhri, program ini akan dijadikan agenda tahunan Aliansi Jurnalis Pamekasan. Sumber pendanaan, kata dia, murni sumbangan dari anggota.

    Suhri mengatakan sumbangan dari para anggota AJP beragam. Ada yang mendonasikan Rp 100-500 ribu. Dana total yang terkumpul mencapai Rp 5 juta. Selain untuk warga, bantuan air diutamakan untuk pesantren dan masjid.

    Rahem, salah seorang anggota AJP, menyatakan setiap pengiriman air selalu dikawal wartawan. Pengawalan bertujuan memastikan tidak ada pihak yang memungut biaya kepada warga. "Karena ada warga yang mengaku dikutip biaya, padahal gratis," tuturnya.

    Mohammad Ghozi, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Larangan, senang dengan adanya bantuan air dari AJP. Dia sangat terbantu karena desanya adalah salah satu desa yang paling parah terkena dampak kemarau. "Kami minta langsung dikirim, semoga ditiru oleh pemerintah," ujar dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.