TNI Tembak Warga di Timika, Ini Kronologi Versi Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI berjaga di kawasan Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, (16/11). Wilayah tersebut memang kerap mengalami gangguan keamanan. ANTARA/Andika Wahyu

    Prajurit TNI berjaga di kawasan Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, (16/11). Wilayah tersebut memang kerap mengalami gangguan keamanan. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jayapura - Walau Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Endang Sodik mengatakan insiden penembakan yang terjadi di Jalan Bhayangkara, Distrik Mimika Baru, Papua, berawal dari kesalahpahaman. Tapi penjelasan TNI tentang insiden yang menyebabakan dua orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka itu dibantah salah seorang Petugas Pastoral Keuskupan Timika, Papua, Santon Tekege.

    Menurut Santon, kejadian ini sebenarnya bermula saat ada acara pukul Tifa, yakni acara khas orang Mimika untuk menyambut suksesnya seseorang dalam meraih gelar di dunia pendidikan. Tapi dalam acara pukul Tifa pada Kamis malam, 27 Agustus 2015, di Koperapoka, Timika, dua orang tak dikenal datang di tempat acara tersebut dalam keadaan mabuk dan menggunakan kendaraan bermotor.

    "Karena kedua orang tak dikenal itu datang dalam keadaan mabuk, masyarakat menolak mereka masuk ke tempat acara itu. Kemudian mereka pulang dengan emosi dan penuh kemarahan kepada petugas keamanan acara pukul Tifa itu," katanya. Selang beberapa menit, keduanya datang kembali.

    Saat datang untuk kedua kalinya itu, kata Santon,  mereka membawa senjata laras panjang dan pisau sangkur. "Kedua pelaku lalu berdebat dengan penjaga keamanan dari Orang Muda Katolik (OMK) dalam acara itu. Keduanya mencoba mendobrak paksa masuk dalam acara pukul Tifa dan mengacaukan situasi acara itu," jelas Santon.

    Menurut Santon, kedua orang pelaku penembakan itu menodongkan pisaunya ke arah masyarakat Mimika di sekitar pusat acara pukul Tifa itu. " Bukan hanya itu, keduanya juga menodongkan senjata laras panjang yang mereka bawa. Masyarakat mulai takut dan cemas, acara pukul Tifa mulai kacau karena kehadiran orang tak kenal itu," katanya.

    Setelah acara pukul Tifa ini kacau, kata Santon, kedua orang pelaku itu keluar dari tempat acara pukul Tifa menuju arah jalan raya. "Dari jalan raya itulah, pelaku mengeluarkan tembakan ke arah massa yang ada di sekitar sepanjang Jalan Raya Koperapoka. "Saat itu massa kocar-kacir karena takut kena peluru senjata tajam yang ditembakkan kedua pelaku," jelasnya.

    Santon juga mengatakan, setelah terjadi penembakan, warga kemudian baru menyadari ada dua warga yang tewas terkena peluru. Mereka adalah Imanuel Mailmaur (23 tahun) dan Yulianus Okoware (23 tahun). Sedangkan Marthinus Apokapo (24 tahun), Marthinus Imapula (25 tahun) serta beberapa warga lainnya menderita luka-luka,

    "Sebenarnya masih ada yang mengalami luka-luka tembakan tetapi tidak bisa terdata karena banyak aparat keamanan tidak mengijinkan mengambil data para korban di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika.

    Belakangan terungkap kalau pelaku penembakan itu berasal dari Kodim 1710 yaitu Serka Makher dan Sertu Ashar," kata Santon.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.