Tahanan Tewas Lebam-lebam, Polisi Bantah Menganiaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jenazah. TEMPO/Suryo Wibowo

    Ilustrasi jenazah. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Surabaya - Seorang tahanan kasus narkoba di Kepolisian Sektor Benowo, Surabaya, Adam Prasetya alias Bagus, 23 tahun, meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Jawa Timur. Tewasnya Adam diduga karena dianiaya polisi selama di tahanan.

    Namun dugaan tersebut dibantah Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Anas Yusuf. Menurut Anas, Adam meninggal karena sakit dan bukan karena penganiayaan. "Wong istrinya mendampingi terus kok, tidak ada itu penganiayaan (oleh anggota)," katanya, Jumat, 28 Agustus 2015.

    Tapi, saat dijelaskan oleh wartawan bahwa di tubuh Adam terdapat luka lebam kebiruan, menurut Anas, luka lebam tersebut biasa ditemui dalam jasad manusia.

    Meskipun begitu, Anas berjanji akan mengecek kondisi tubuh Adam. Bila memang meninggalnya akibat penganiayaan, Anas akan mengambil tindakan. "Ya nanti dicek, waspada terhadap dugaan penganiayaan," ujarnya.

    Adam ditangkap aparat Polsek Benowo pada 15 Agustus 2015. Ketika ditangkap polisi, Adam sedang bersama seorang perempuan bernama Sheila di Jalan Sememi Jaya II, Kecamatan Benowo.

    Selama ditahan, diduga korban mengalami penganiayaan yang cukup serius sehingga mengalami perdarahan di telinga dan sering muntah darah. Adam akhirnya meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara pada Selasa, 25 Agustus 2015, pukul 19.00.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.