Setelah Pengemis Pasuruan, Kini Buruh Rumput Naik Haji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Achmad Sukarto, 62 tahun, berkesempatan melangkahkan kaki ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Sukarto merupakan seorang buruh pencari rumput asal Dusun Kedayon RT 15 RW 04, Desa Sumput, Kecamatan Kota Sidoarjo, Jawa Timur.

    “Saya tidak menyangka bisa naik haji karena saya termasuk orang miskin. Apalagi pekerjaan sehari-hari saya hanya buruh pencari rumput untuk pakan sapi,” kata Sukarto kepada wartawan di kediamannya, Kamis, 27 Agustus 2015.

    Sukarto mengaku baru memiliki niatan naik haji sekitar sepuluh tahun silam setelah dia memiliki uang Rp 5 juta. “Sekitar tahun 2003, ada orang yang menitipkan sapi ke saya. Dari memelihara sapi selama dua tahun, saya mendapat keuntungan Rp 5 juta," ujarnya.

    Setelah mendapatkan uang sebanyak itu, Sukarto mengaku bingung. "Saat berkunjung ke rumah anak saya yang pertama, dia menyarankan ditabung untuk naik haji. Akhirnya, dengan modal nekat, saya pergi ke bank untuk nabung pergi haji," tuturnya.

    Sejak itu ia giat mencari rumput. Selain untuk pakan sapi titipan orang, rumput yang ia kumpulkan itu dijual kepada orang lain. “Bervariasi hasilnya. Kalau sedikit dapat Rp 15 ribu. Kalau banyak bisa mendapat uang Rp 75 ribu," ucap kakek tiga cucu tersebut.

    Sukarto mengaku tergabung dalam kelompok terbang 17 yang akan berangkat pada 28 Agustus 2015. "Besok (Jumat) saya akan berangkat setelah salat Jumat," katanya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.