Puisi dan 1.000 Lilin di 100 Hari Meninggalnya Angeline  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak meletakkan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Bocah berusia 8 tahun ini dibunuh dan ditemukan terkubur di belakang rumah ibu angkatnya. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang anak meletakkan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Bocah berusia 8 tahun ini dibunuh dan ditemukan terkubur di belakang rumah ibu angkatnya. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar -  Guru-guru bersama ratusan siswa dan siswi kelas 1 sampai kelas 6, SDN 12 Sanur, Denpasar tampak memenuhi rumah tersangka kasus pembunuhan Angeline, Margriet Christina Megawe di Jalan Sedap Malam, Nomor 26, Denpasar Timur, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Mereka berkumpul untuk memperingati 100 hari meninggalnya Angeline, bocah berusia 8 tahun yang diduga dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri.

    “Sekarang aku sadar Mama. Aku hanyalah gadis kecil yang kau angkat dengan tidak sepenuh hatimu,” begitu petikan puisi yang dibacakan oleh Saldis, siswi kelas 6 SDN 12 Sanur dalam Peringatan 100 Hari Meninggalnya Angeline di hadapan teman-temannya.

    Pegiat P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Denpasar, Siti Sapurah, mengatakan Peringatan 100 Hari Angeline ini dilaksanakan untuk mendoakan almarhumah Angeline.

    “Kami bersama-sama memanjatkan doa untuk Angeline semoga dia tenang di sana. Kami juga menyalakan 1.000 lilin bersama murid-murid dan guru-guru SDN 12 Sanur serta mengajak semua komponen masyarakat yang peduli dan sayang dengan Angeline,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Ipung itu.

    Siti Sapurah menambahkan peringatan tersebut juga sebagai ungkapan simbolik untuk terus mengawal kasus pembunuhan Angeline sampai menemukan titik terang.

    “Kami sekaligus menyatakan kepada aparat penegak hukum yang punya wewenang menangani kasus ini bahwa kami akan tetap mengawal kasus ini. Kami tidak pernah berhenti sampai semua orang-orang yang diduga terkait dengan pembunuhan Angeline terungkap,” ujarnya.

    Sejauh ini, menurut Siti Sapurah, dia sudah menerima pesan singkat (SMS) dari pihak Humas Kejati Bali yang menjelaskan  bahwa berkas perkara tersangka kasus pembunuhan Angeline, yakni Margriet, sudah dilimpahkan ke Kejati Bali.

    “Tadi pihak humas juga sudah menelepon saya mengatakan butuh waktu seminggu untuk memeriksa berkasnya Margriet. Setelah seminggu akan diberikan konfirmasi kepada kami apakah sudah cukup atau dianggap lengkap sesuai petunjuk penyidik kejaksaan sebelumnya,” ujarnya.

    Kepolisian melakukan penjagaan di sepanjang jalan dekat lokasi Peringatan 100 Hari Meninggalnya Angeline agar arus lalu lalang kendaraan berjalan lancar dan tertib.

    Suasana doa bersama di TKP Jalan Sedap Malam itu berlangsung hangat diikuti oleh seluruh teman-teman sekolah Angeline serta guru-guru dari SDN 12 Sanur, tempat Angeline bersekolah dulu.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.