Satgas Kartel Garam Polda Metro Geledah Gudang di Sidoarjo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    Petugas Satuan Khusus Polda Metro Jaya membawa dua kantong berisi dokumen dari rumah tersangka suap izin bongkar muat atau dwelling time, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri non-aktif Partogi Pangaribuan, di Kompleks Mas Naga Bintara Jaya, Bekasi, 31 Juli 2015. TEMPO/ Ninis Chairunnisa

    TEMPO.CO, Surabaya - Satuan Tugas Kartel Garam Kepolisian Daerah Metro Jaya  menggeledah kantor sekaligus gudang PT Unichem Candi Indonesia, di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2015. Unichem disebut-sebut satu di antara tujuh perusahaan yang dijuluki "tujuh samurai mafia garam."

    Koordinator Satgas Kartel Garam Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari pengakuan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan nonaktif, Partogi Pangaribuan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi importir garam.

    Kala itu, polisi menemukan uang sebesar US$ 20.000 di celana staf Partogi bernama Ronald. Uang itu diakuinya sebagai pelicin dari PT Unichem yang diberikan saat  pelantikan pengurus Asosiasi Importir Pengguna Garam Indonesia pada Februari 2015.

    “Berdasarkan pengakuan dia, kami menduga ada permainan kuota garam yang melibatkan tujuh perusahaan itu,” kata Krishna yang juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di sela-sela penggeledahan.

    Bukti lain, kata dia, Satgas Lidik Dwelling Time Polda Metro Jaya menemukan surat permohonan kuota garam impor Unichem di Kantor Kementerian Perindustrian. Surat itu dinilai janggal karena Unichem mengajukan dua permohonan dengan nomor sama namun jumlah kuota impornya berbeda.  “Surat permohonan pertama 60 ribu ton per tahun dan surat kedua 82.500 ton per tahun," katanya.

    Menurut Krishna akibat permainan kuota impor itu garam di Indonesia overlapping. Padahal Kementerian Perindustrian telah menetapkan kuota impor garam konsumsi dari 385 ribu ton menjadi 452 ribu ton.

    Namun, karena terimbas permainan importir, Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat permohonan impor dengan memotong kuota para importir menjadi 397 ribu ton. “Permainan importir semacam ini harus dihentikan, karena sangat merugikan petani garam di Indonesia,” kata dia.

    Dalam penggeledahan itu Krishna mengaku telah memeriksa beberapa ruangan, termasuk diantaranya ruang supply chain, ruang petinggi perusahaan bernama Rahardjo, ruang sinoma group, ruang accounting, area produksi garam dan area gudang. “Kami meminta beberapa dokumen mereka untuk disita,” kata dia.

    Krishna berujar selama Indonesia masih dikuasai oleh kartel impor garam, maka selama itu pula harga garam di Indonesia akan murah. Karena modus kartel ini menggerojok barang sehingga harga garam di Indonesia jatuh. “Kami akan usut kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.