Latihan Tempur, Pesawat Sukhoi Pantau Perbatasan Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Angkatan Udara India, Sukhoi Su-30MKI terbang dalam gladi resik parade Hari Republik di New Delhi, 23 Januari 2015. AP/Saurabh Das

    Pesawat Angkatan Udara India, Sukhoi Su-30MKI terbang dalam gladi resik parade Hari Republik di New Delhi, 23 Januari 2015. AP/Saurabh Das

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan angkatan udara Australia di Pangkalan Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dua unit pesawat Sukhoi dari Makassar meninjau wilayah perbatasan Indonesia dengan Australia dan Timor Leste.

    "Dua pesawat Sukhoi dari Makassar bukan bagian dari latihan bersama ini, karena mereka sedang melakukan patroli rutin di wilayah perbatasan Timor Leste dan Australia," kata Kolonel Penerbang Andi Wijaya kepada wartawan, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Latihan bersama antara TNI AU dan angkatan udara Australia hari ini merupakan hari terakhir yang melibatkan 190 personel: 65 personel TNI AU dan 125 personel angkatan udara Australia. Lima pesawat F16 milik TNI AU dan delapan F18 milik angkatan udara Australia dilibatkan dalam latihan tersebut.

    Latihan tempur bersama ini diberi kode ""AMX Elang Ausindo 2015", yang melakukan berbagai manuver teknik pengejaran dan melumpuhkan lawan di udara yang mencoba masuk daerah otoritas negara tetangga.

    Metode latihan yang dilaksanakan adalah close combat, yakni satu lawan satu dengan jarak dekat, dan berlanjut menjadi air combat maneuvering, yang dilakukan dua pesawat melawan satu pesawat.

    Latihan tempur ini merupakan latihan rutin yang dilakukan dua tahun sekali. Latihan ini untuk mempererat persahabatan antara TNI AU dan angkatan udara Australia.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.