Dwifungsi TNI Ikut Menggenjot Produksi Beras NTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petak sawah berbentuk unik di Sawah Jaring Laba-Laba yang berlokasi di Cancar, Manggarai, Flores, NTT, 28 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petak sawah berbentuk unik di Sawah Jaring Laba-Laba yang berlokasi di Cancar, Manggarai, Flores, NTT, 28 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Kupang - Ingat Dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada masa Orde Baru? Selain mengurus ihwal keamanan negara, pada masa itu militer juga menjalankan fungsi sosial-politik, termasuk turun ke desa membantu petani. Fungsi inilah ini juga yang kini dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Nusa Tenggara Timur pada masa orde reformasi ini.

    Personil TNI dan petani terlibat dalam proses penanaman padi dan jagung pada musim kemarau ini. “Program ini berdasarkan kerjasama Kementrian Pertanian dengan TNI,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Tay Ruba, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Yohanis menjelaskan personil TNI ikut membantu petani dalam proses penanaman dan penyaluran pupuk bersubsidi. “Personil TNI juga bersama dengan petugas lapangan dan petani, melakukan monitoring tanaman pertanian,” katanya. Mereka membuat laporan kondisi pertanian di lapangan.

    Anggota TNI pun menyingsingkan lengan baju mereka untuk membantu perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder, dan tersier. Program diwifungsi TNI di zaman reformasi ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Hasilnya mencengangkan. “Luas tanam padi terus mengalami peningkatan,” ujar Yohanis.

    Pada periode Oktober 2014-Maret 2015 telah mencapai 220,1 hektare dari target 24 ribu hektar lahan pertanian. Peningkatan itu berdampak pada peningkatan hasil panen dari Januari- April 2015 mencapai 20 ribu ton. "Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hasil panen terus meningkat," katanya.

    Dari hasil itu, menurut Yohanis, penyerapan beras yang dibeli dari petani sudah mencapai 4.828 ton. Toh produksi beras itu belum bisa memenuhi kebutuhan beras di daerah itu yang setiap tahunya mencapai 120-130 ribu ton.

    Menurut dia, kebutuhan riil itu bisa dipenuhi jika 2.088 daerah irigasi dengan luas 126 ribu hektar sawah dalam setahun ditanam empat kali. "Kalau kami sudah miliki waduk dan embung yang memadai baru bisa terwujud swasemba beras di daerah ini," katanya.

    Karena itu, walaupun hasil produksi padi meningkat, namun NTT masih butuh beras dari luar NTT untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah ini. "Kami masih berharap beras impor," ujarnya. Tampaknya, dwifungsi TNI mesti lebih ditingkatkan lagi.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.