Ditanya Belum Lapor Harta ke KPK, Yotje Mende: Saya Lupa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (kiri) memberikan tongkat komando kepada Brigjen Royke Lumowa (kanan), diikuti oleh Irjen Pol Yotje Mende (kedua kiri), dan Brigjen Paulus Waterpaw (ketiga kiri), pada upacara Sertijab di Jakarta, 31 Juli 2015. Yotje Mende akan dimutasi sebagai Perwira Tinggi Yanma Polri. ANTARA/Muhammad Adimaja/

    Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (kiri) memberikan tongkat komando kepada Brigjen Royke Lumowa (kanan), diikuti oleh Irjen Pol Yotje Mende (kedua kiri), dan Brigjen Paulus Waterpaw (ketiga kiri), pada upacara Sertijab di Jakarta, 31 Juli 2015. Yotje Mende akan dimutasi sebagai Perwira Tinggi Yanma Polri. ANTARA/Muhammad Adimaja/

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Harkristuti Harkrisnowo, mempersoalkan alasan calon pemimpin KPK, Yotje Mende, yang terakhir melaporkan hartanya pada 2007. "Kok, lama sekali? Sejak 2007, sudah punya banyak jabatan, kan," kata Harkristuti saat wawancara seleksi calon pimpinan KPK di Sekretariat Negara, Rabu, 26 Agustus 2015. (Baca Juga: Punya Rp 6 M, Calon Bos KPK dari Polisi: Tahun Rezeki Saya)

    Tuti--begitu Harkristuti biasa disapa--mempertanyakan, apakah melaporkan harta kekayaan, bagi Yotje, tidak penting sehingga sudah delapan tahun tidak pernah melaporkan hartanya lagi kepada komisi antirasuah. "Tidak penting, ya? Sudah memiliki lima jabatan sejak 2007 seharusnya Anda sudah melaporkan harta ke KPK sebanyak lima kali," ucapnya.

    Menjawab pertanyaan Tuti, Yotje mengaku formulir laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) baru didapatnya sekitar dua bulan lalu. Padahal pekerjaan terakhir Yotje selama 1 tahun 2 bulan adalah Kepala Kepolisian Daerah Papua. Yotje menjabat Kepala Polda Papua sejak 16 Juli 2014 hingga 31 Juli 2015 menggantikan Tito Karnavian.

    Berita Menarik
    Tragis, Buru Penjambret, Desy Harus Kehilangan Buah Hatinya

    Kepada Pansel, Yotje pun mengakui dirinya sempat lupa mengisi formulir LHKPN. Padahal formulir tersebut sudah ada di mejanya. "Saya akui formulir ini penting. Tapi yang namanya manusia suka lupa," ucap Yotje. Ia pun merasa mendapatkan hartanya dengan cara-cara yang baik.

    Tuti berujar, dalam data LHKPN yang diterima Pansel, harta Yotje hanya Rp 1,7 miliar. Tuti pun bertanya soal aset persis Yotje dalam jumlah harta yang dimiliki saat ini. "Sekarang harta saya ada Rp 6 miliar," tutur Yotje, yang yakin hartanya diperoleh dengan cara halal.

    Jangan Lewatkan
    Lihat, Di Sini Orang Suka Ria Berenang Bersama Harimau!

    Hari ini, lima calon pemimpin KPK, yaitu Saut Situmorang, Sri Harijati, Sujanarko, Surya Tjandra, dan Yotje Mende mengikuti tes tahap akhir. Seleksi tahap akhir ini akan melahirkan delapan calon pemimpin dari 19 orang yang tersisa. Nantinya Presiden Joko Widodo akan menyerahkan delapan nama tersebut kepada Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

    MITRA TARIGAN

    Simak Pula
    Ahok Vs Rizal: Terungkap, Kisah Rumah Ahok yang Diributkan

    Gagal PNS, Putri Jokowi Ikut Tes S-2 IPB, Di-istimewakan?

    Heboh Pria Bernama Tuhan: MUI Minta KTP-nya Ditarik...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.