Perusahaannya Jadi Tempat Pencucian Uang, Ini Kata Capim KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saut Situmorang. tokohindonesia.com

    Saut Situmorang. tokohindonesia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, mengaku tak tahu-menahu jika perusahaan miliknya menjadi tempat pencucian uang. Dia mengakui bahwa perusahaannya, PT Indonesia Cipta Investama tak melakukan kegiatan apa pun.

    "Saya bisa katakan, saya bisa mati hari ini juga kalau saya menggunakan itu. Tidak sama sekali saya gunakan pencucian uang," ujar Saut saat menjalani lanjutan seleksi calon pimpinan KPK di Sekretariat Negara, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Dugaan pencucian uang itu dilontarkan oleh anggota panitia seleksi calon pimpinan KPK, Yenti Ganarsih. Yenti mengaku mendapat laporan bahwa perusahaan Saut itu menjadi tempat pencucian uang. Namun, Saut berkeras membantahnya. Menurut dia, perusahaannya itu sudah lama tak beroperasi.  

    Saut merupakan salah satu calon pimpinan KPK yang paling kontroversial. Selain soal pencucian uang, Staf Ahli Badan Intelijen Negara itu juga didera isu tak sedap soal kepemilikan kendaraan mewah Jeep Rubicon bernomor pelat B-54-UT. Selain itu, Saut juga disebut tak membayar pajak kendaraan mewahnya itu.

    Mengkonfirmasi gosip miring soal dirinya, Saut mengaku tak tahu jika Jeep Rubicon yang digunakannya itu masuk dalam kategori kendaraan mewah. Dia juga membantah bahwa dirinya tak membayar pajak kendaraannya itu.

    Hari ini Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK kembali melanjutkan proses seleksi dengan memanggil lima orang calon untuk diwawancarai. Selain Saut, hari ini calon pimpinan yang rencananya akan dipanggil adalah Sri Harijati, Sujanarko, Surya Tjandra, dan Yotje Mende. Seleksi tahap akhir ini akan melahirkan delpan calon pimpinan dari 19 orang yang tersisa. Nantinya Presiden Joko Widodo akan menyerahkan delapan nama terpilih ini ke DPR.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.