Banyak Politikus Jadi Pengurus PBNU, Ini Jawaban Said Aqil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) bersama Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mengangkat tangan saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) bersama Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mengangkat tangan saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 6 Agustus 2015. Berdasarkan hasil muktamar tersebut, Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jombang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj membantah ada kepentingan tertentu di balik masuknya sejumlah politikus dalam struktur kepengurusan PBNU periode 2015-2020.

    “Masuknya politikus sebagai pengurus tidak apa-apa. Mereka juga warga NU yang akan mengabdi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya usai bertemu Bupati Jombang di Pendapa Kabupaten Jombang, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Said yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga bekas Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf bertemu Bupati Jombang untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pelaksanaan muktamar.

    Menurut Said, masuknya sejumlah politikus dalam kepengurusan PBNU  tidak jadi masalah asal mereka bisa menempatkan diri. Dalam AD/ART NU juga tidak ada larangan politikus menjadi pengurus NU. “Asal tidak membawa pada urusan politik dan tugas saya yang akan mengendalikan agar NU tidak masuk ke politik (praktis),” kata Said.

    Sejumlah kader NU yang pernah berkiprah di partai politik dan masuk dalam struktur PBNU periode 2015-2020 di antaranya politikus Partai Golkar seperti Slamet Effendy Yusuf dan Nusron Wahid. Slamet didaulat menjadi Wakil Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. Sebelumnya, Slamet juga jadi salah satu Ketua PBNU periode 2010-2015.

    Sedangkan Nusron, yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, dipercaya sebagai salah satu Ketua PBNU periode 2015-2020. Begitu juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang pernah berkiprah di PDI Perjuangan dan PKB juga didaulat jadi salah satu Ketua PBNU periode 2015-2020.

    Sedangkan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masuk dalam struktur PBNU periode 2015-2020 seperti Helmy Faishal Zaini yang dipercaya sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) PBNU. Setelah masuk dalam struktur PBNU, Helmy mundur dari jabatan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) namun tetap menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PKB. Secara kekerabatan, Helmy sangat dekat dengan Said karena masih besan Said.

    Tidak hanya memasukkan sejumlah politisi yang juga kader NU, dalam kepengurusan PBNU yang baru diketahui terdapat sejumlah keluarga besar Said. Mereka adalah anak Said, Muhammad Said Aqil, sebagai Wakil Sekjen PBNU; adik Said, KH Mustofa Aqil Siradj, yang menjabat salah satu Rais Syuriah PBNU; dan keponakan Said, Taufiqurrahman Yasin, yang diberi posisi Katib PBNU.

    ISHOMUDDIN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.