Truk Kontainer Seruduk Puluhan Kendaraan, Dosen IAIN Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.youtube.com

    Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.youtube.com

    TEMPO.CO, Cilegon - Kecelakaan maut terjadi di perempatan Damkar, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, Selasa, 25 Agustus 2015. Sebuah truk kontainer dengan pelat nomor D-9009-ZW hilang kendali dan menabrak puluhan kendaraan. Akibatnya, tujuh orang mengalami luka ringan, satu orang mengalami luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

    Kepala Urusan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cilegon Inspektur Satu Sudarman mengatakan, sopir kontainer maut sudah diamankan di Markas Polres Cilegon untuk menghindari amukan massa. "Korban luka maupun tewas sudah dibawa ke RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika)," kata Sudarman.

    Adapun nama-nama korban luka serius yaitu Sahrubi, Verdiansyah, Herudin, Agus Wahyudi warga Pulomerak; Alam, Erico, Stella, siswa SMP Al-Azhar; dan Rizkia Mahfudah, warga Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Sementara korban meninggal adalah Sohari, warga Kecamatan Grogol, yang diketahui sebagai dosen IAIN Sultan Maulana Hasanudin, Banten.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi pukul 18.20 WIB. Ketika itu, kontainer bermuatan pupuk kering dari Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra (KBS) hendak menuju Jawa Barat. Kontainer yang disopiri, Aef, warga Bandung, tiba-tiba hilang kendali di perempatan Damkar dan menabrak puluhan kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah.

    Sontak saja, kendaraan yang berada di depan kontainer terseret. Salah satu korban, Sohari, yang diketahui sebagai dosen IAIN, meninggal dengan kondisi yang memprihatinkan. Sedangkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius.

    Akibat peristiwa itu, lalu lintas dari Cilegon menuju Merak maupun sebaliknya lumpuh total. Sedangkan, korban kecelakaan dilarikan ke RSKM.

    Sopir kontainer maut, Aef mengatakan, saat kecelakaan, kendaraan yang dikemudikannya tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, akibat rem blong kecelakaan itu tidak dapat dihindarkan. "Saya sudah coba pake rem tangan tapi enggak bisa. Sedangkan di depan saya banyak kendaraan lebih dari sepuluh kendaraan," katanya.

    Salah seorang petugas di RSKM Cilegon, Budi Udiono, mengungkapkan, sebanyak delapan orang korban sedang dalam perawatan intensif pihak rumah sakit. Sedangkan, untuk korban meninggal dunia sudah dibawa ke kamar jenazah. "Korban meninggal namanya Sohari, dia dosen," katanya.

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.