Berapa Dana yang Dibutuhkan Calon Independen di Pilkada?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Balikpapan - Para calon perseorangan pemilihan kepala daerah di Balikpapan, Kalimantan Timur, setidaknya menghabiskan anggaran Rp 300 juta dalam pencalonannya. Itu pun tidak menjamin mereka lolos dalam pemilihan kepala daerah di Balikpapan.

    “Kami menghabiskan anggaran hingga Rp 300 juta dalam pilkada Balikpapan ini,” kata calon perseorangan pilkada Balikpapan, Abriantinus, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Abriantinus mengatakan anggaran tersebut bersumber dari dana pribadi keduanya yakni pasangan Achdiansyah–Abriantinus. Anggaran sebesar itu mayoritas dihabiskan untuk biaya operasional tim sukses dan penggandaan kartu tanda penduduk (KTP).

    “Saya juga harus membeli dua mesin fotokopi baru untuk menggandakan KTP masyarakat. Itu pun tidak cukup,” ujar Abriantinus.

    Hal senada diungkapkan pasangan Abdul Hakim–Wahidah. Mereka harus menguras kantong pribadinya guna mengikuti pilkada Balikpapan ini. Meskipun enggan mengungkapkan dana yang sudah dikeluarkannya, Abdul Hakim mengatakan besarnya anggaran sudah dikucurkannya.

    “Mulut saya jadi kelu kalau berbicara soal anggaran yang sudah habis, tapi memang besar. Saya harus membeli beberapa mesin printer baru untuk mencetak syarat-syarat administrasi calon perseorangan,” ungkapnya.

    Pasangan Achdiansyah–Abriantinus dan pasangan Abdul Hakim–Wahidah sudah tidak bisa melanjutkan proses pencalonannya dalam pilkada Balikpapan 9 Desember nanti. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan menyatakan keduanya tidak lolos syarat dukungan penyerahan KTP seperti disyaratkan undang-undang.

    “Kedua pasangan ini gagal memenuhi syarat dukungan pilkada Balikpapan,” kata Ketua KPU Balikpapan Noor Toha, Jumat, 21 Agustus 2015. (Lihat Video Penundaan Pilkada Bukan Hal Baru, Ini Risikonya Pilkada Ditunda)

    Toha mengatakan dua pasangan tersebut semestinya memperbaiki persyaratan dukungan di mana Achdiansyah–Abriantinus menyerahkan 87 ribu suara dan Abdul Hakim–Wahidah menyerahkan 79 ribu suara. Hasil pleno KPU Balikpapan memutuskan Achdian–Abri hanya mampu mengumpulkan 33.248 suara sedangkan Hakim–Wahidah mengumpulkan 21.653 suara. “Masih kurang banyak suara dukungan sesuai ketentuan berlaku,” kata Toha.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga