BPPT: 15 Persen Eks Napi Terorisme Kambuh Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Teroris Poso Tunjukan Diri Di Youtube

    Buronan Teroris Poso Tunjukan Diri Di Youtube

    TEMPO.CO, Malang – Dari sekitar 600 narapidana kasus terorisme yang telah selesai menjalani hukuman, 15 persen atau 90 orang di antaranya kembali melakukan aksi teror. Ini merupakan temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

    "Sejak era Reformasi, penegak hukum menggunakan pendekatan hukum kepada pelaku tindak pidana terorisme," kata Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Arief Dharmawan dalam rapat koordinasi penanggulangan terorisme di Balai Kota Malang, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Melihat fenomena tersebut, BNPT mengkaji ulang metode penanggulangan terorisme, terutama dalam memberikan efek jera bagi para pelakunya. Antara lain dengan menempatkan narapidana kasus terorisme di lembaga pemasyarakatan terpisah dengan kelompoknya.

    Narapidana terorisme, kata dia, juga diterungku di sel super maximum security. Dari sisi pengadilan, diterapkan peradilan khusus bagi kejahatan yang tergolong luar biasa ini. Tujuannya agar para penegak hukum berfokus pada penanganan kasusnya.

    Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Martin Hutabarat, mendorong BNPT melakukan upaya deradikalisasi. Tujuannya agar setelah bebas dari penjara, narapidana tersebut tidak melanjutkan aksi-aksi teror berikutnya. Caranya dengan melibatkan semua pihak, terutama tokoh-tokoh agama.

    "Indonesia menjadi sasaran terorisme karena umat muslim terbesar di dunia dan toleran," ujarnya. Menurut dia, terorisme terjadi di seluruh dunia. Hampir tak ada negara, kata Martin, yang bebas dari teror.

    Terorisme di Indonesia muncul sejak Bom Bali. Dampak dari bom bunuh diri tersebut adalah industri pariwisata nasional ambruk. Adapun pariwisata di Malaysia justru tumbuh sampai 200 persen. "Otak kita berpikir intelijen, Malaysia membiarkan teroris ke Indonesia. Pelaku teror di sini berasal dari Malaysia," tuturnya.

    Sejak itu, kata Martin, sejumlah hotel dijaga ketat. Tamu hotel diperiksa, kendaraan dan barang bawaan pun tak luput digeledah. Sedangkan Malaysia, kata Martin, tenang-tenang saja dan justru menikmati dampak teror di Indonesia.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.