Setelah Merbabu dan Ciremai, Giliran Gunung Slamet Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat kondisi fisik Gunung Slamet dari pos pengamatan Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, 14 September 2014. Meski aktifitas Gunung Slamet menurun, namun warga tetap antusias melihat secara langsung dari dekat. Tempo/Budi Purwanto

    Sejumlah warga melihat kondisi fisik Gunung Slamet dari pos pengamatan Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, 14 September 2014. Meski aktifitas Gunung Slamet menurun, namun warga tetap antusias melihat secara langsung dari dekat. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Purwokerto - Setelah Gunung Merbabu dan Gunung Ciremai, kini Gunung Slamet dilaporkan terbakar. Lokasi kebakaran diketahui di lereng selatan gunung yang masuk wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu. Gunung tersebut diketahui terbakar pada Selasa, 25 Agustus 2015, sekitar pukul 06.00 oleh warga sekitar.‎

    Dari informasi yang dihimpun Tempo, lokasi kebakaran diduga merupakan kawasan ilalang yang berada di atas hutan lindung. Lokasi tersebut berada di Igir Duwur yang masuk wilayah Desa Windujaya, Melung, dan Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng. Untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan waktu sekitar 6-8 jam dengan berjalan kaki.

    "Kami telah mengirim tim pendahulu untuk mengecek lokasi. Tim yang berjumlah sepuluh orang ini terdiri atas beberapa unsur," kata Administratur/Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur Wawan Triwibowo.

    Wawan sendiri belum dapat memastikan luas lahan yang terbakar. Ia masih menunggu laporan data dari tim pendahulu yang sudah naik ke lereng gunung tadi pagi. Sebab, lokasi yang cukup sulit berada di balik bukit membuat komunikasi dengan tim pendahulu terganggu.

    "Dugaan sementara, lokasi kebakaran berada di kawasan sabana, di petak 58, berdekatan dengan Pos 5 pendakian, dengan ketinggian sekitar 2.500 mdpl," ujar Wawan.

    Untuk menangani kebakaran tersebut, KPH Banyumas Timur dibantu unsur TNI/Polri serta masyarakat sudah mengirimkan tim kedua untuk naik dari sisi barat melalui Sungai Jomblang. Namun tim kedua tidak naik sampai ke lokasi. Mereka akan membuat pos di tengah.

    "Fungsinya untuk menjembatani komunikasi antara tim atas dan tim bawah karena lokasinya sulit dijangkau dan terkendala komunikasi," tuturnya.

    Setelah diketahui secara pasti lokasi kebakaran, tim akan membuat parit agar kebakaran tidak sampai merambah hutan lindung. Jika dugaan tentang lokasi terjadinya kebakaran benar, tim akan membuat parit menuju hulu Sungai Banjaran yang berada tak jauh dari lokasi.

    "Dugaan lain, kebakaran terjadi karena ulah manusia yang teledor. Seperti saat kebakaran di Rawalo beberapa waktu lalu yang terjadi karena puntung rokok yang dibuang sembarangan," ucapnya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.