Serapan Anggaran di Banten Rendah, Ini Kata Rano Karno  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Rano Karno saat meninjau langsung operasi pasar daging murah oleh Bulog di Serang, Kamis, 13 Agustus 2015. TEMPO/Darma Wijaya

    Gubernur Banten Rano Karno saat meninjau langsung operasi pasar daging murah oleh Bulog di Serang, Kamis, 13 Agustus 2015. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Serang - Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten 2015 masih rendah. Dari anggaran belanja tahun 2015 sebesar Rp. 8.947.633.698.000, namun laporan triwulan II, yang baru terserap sebesar Rp. 2.357.811.418.665.34 atau 26,35 persen.

    Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten 2015 terjadi karena gagal lelangnya sejumlah proyek pembangunan di Provinsi Banten.

    "Banyak hal yang membuat serapan APBD rendah, selain karena gagal lelang, juga karena takut, maksudnya untuk Banten khusus, kita punya masalah yang tidak terlupakan, jadi selain karena gagal kelang, karena takut, takut pada hukum," ujar Rano, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Menurut Rano, penyebab lain dari rendahnya serapan anggara adalah perencanaan pemerintah yang belum baik. Namun, saat hendak ditanya penyebab dan langkah yang akan disikapi dirinya, Rano nampak terburu-buru masuk kedalam kendaraan dinasnya.

    Sebelumnya Rano mengatakan, pasca dirinya resmi duduk sebagai orang nomor satu di Banten, percepatan penyerapan anggaran menjadi prioritas utama dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan. "Percepatan penyerapan anggaran menjadi prioritas utama, karena menjadi target pemerintah," ujar Rano.

    Menurut Rano, penyerapan anggaran merupakan salah satu indikator keberhasilan perencanaan pemerintah daerah yang telah tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menenga Daerah (RPJMD). "Misalnya pembangunan Bank Banten, itu sudah menjadi perda, maka itu harus segera dilaksanakan dan terealisasi. Artinya pelaksanaan semua program yang tertuang dalam RPJMD lah yang menjadi strategi saya," kata Rano.

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.